Sihiteezra's Weblog

Love the Life You Live&Live the Life You Love

Energiku, Aku Kehilangan Kehangatan

leave a comment »

 

 

Kekayaan tak punya arti saat dimiliki orang-orang bodoh. Keberlimpahan itu tinggal menanti masa habisnya sampai suatu saat tak tersisa apapun. Harta yang dianugrahkan itu butuh dipelihara dan dijaga. Namun orang-orang yang terlalu serakah, tertutup mata hatinya akan keberlangsungan hidup di masa akan datang. Seakan-akan dia hidup sendiri, menunggu waktu mati setelah hidup tujuh dasawarsa di bumi ini. Tak punya anak, cucu , cicit dan tak berharap keturunannya masih ada di buana ini. Tak usah jauh-jauh meminta mempedulikan orang lain, namun sedikit kontribusimu diperlukan demi wajah layak bumi tempat bernaung anak cucumu.

 

Keberhargaan buatan versus keberhargaan karunia. Duit, baik lembaran atau kepingan terlalu menggoda. Eksistensimu semakin menguasai mahluk-mahluk dunia. Keberadaanmu diharapkan siapa saja dan dimana saja. Tanpa nilaimu manusia tampka tak bernilai. Kekuranganmu menjadi kekurangan pemiliknya. Hal-hal dalam kehidupan ini lama-lama pasti diukurkan denganmu. Alat tukar, kau benar-benar penukar ampuh.

 

Tanah airku kini mulai sadar. Tidak lama lagi kami tak akan punya tenaga. Batubara bermasalah, distribusi gas tak tahu ke mana arah dan  produksi minyak bumi menjadi topik untuk berbantah. Kabinet satu dengan kabinet lain lempar tanggungjawab. Pemimpin sekarang dengan pemimpin sebelumnya saling cari kesalahan. Sumber-sumber energi itu dinikmati  orang lain. Mereka diberikan potongan harga oleh pribadi yang sama sekali tak punya hak menjual harta ibu pertiwi ini. Pencuri, penipu, serakah, hati tinggal sebentuk organ hidup yang dialiri darah namun tanpa roh. Hati-hati mereka bak sebongkah jaringan yang bisa diperjualbelikan dan ditransplantasi tanpa jiwa, terlihat segra tapi kering di dalamnya. Mereka tak suka kesejahteraan, mereka tak sabar membuat orang mati tak bertenaga. Mereka cari cara bagaimana menjual sumber energi ini lebih cepat dan melumpuhkan bangsa dengan segera.

 

Sindikat minyak, gas dan batu bara. Kalian bertanggungjawab saat tak ada lagi makanan matang di dapur para penduduk. Kalian patut diperrsalahkan saat para supir meneriakkan tanya kapan angkutan mereka akan berjalan seperti biasa dan tak akan berakhir menjadi rongsokan besi yang diam, hanya dapat dipandangi dengan perut yang lapar. Lihatlah gambar bias di lembaran kertas uang triliunan, milyaran yang masuk ke kantong kalian.

 

Saat para petinggi sibuk mengoreksi dan mencoba “mereka” ulang setiap perjanjian kerjasama energi dengan pihak penguasaha dalam dan luar negeri. Sungguhkah yang ada di pikiran mereka adalah ibu-ibu yang di didalam dompetnya hanya tinggal ribuan rupiah sementara anak-anaknya menanti masakan ibu yang aromanya kini jarang tercium.

 

 

Sumber-sumber energi mentah itu tak dapat ditanam, tak akan bereproduksi. Ambil dan gunakanlah pada saatnya. Mengapa sumber mineral itu berada di tanah air ini, ya agar masyarakatnya bisa menikmati hal itu. Mafia-mafia sumber energi telah merampas kenikmatan dan tidak mengizinkan bangsa sendiri merasakan nikmat yang diberikan Sang Khalik dari sorgawi, Demi mengenyangkan perut yang sebenarnya hanya minta diisi tiga kali sehari. Bukan dengan emas tapi dengan makanan jasmani, yang untuk membelinya tak perlu harus korupsi.

 

Anugrah teknologi tak berguna tanpa pembakaran. Tak ada yang bisa menggerakkan. Bakal dingin dan kaku tanpa gerak mesin-mesin pembantu kehidupan manusia. Ini menjadi kebuntuan penemuan peradaban manusia. Bumi ini semakin panas, tapi hatinya semakin dingin. Kami butuh kehangatan, percikan api yang mencairkan nurani yang beku.

Written by Me

September 1, 2008 at 10:19 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: