Sihiteezra's Weblog

Love the Life You Live&Live the Life You Love

Selamat Datang Kenangan

leave a comment »

Tanpa izin akhirnya engkau datang juga, saat aku tak lagi banyak memikirkanmu. Jemariku tak iklas menuliskan kabar ini, namun harus, mau tak mau, barangkali aku salah selama ini. Bukankah seribu hal lain lebih baik kutuliskan dibanding diriku sendiri yang hanya aku dan Tuhan yang tahu. Tapi tak salah memakai hakku menuliskannya, tak pernah ku pinta didengarkan apalagi ditanggapi, sebab kisah ini mungkin tak akan lagi berubah.

 

Mungkinkah aku merasa malu saat airmataku harus menetes sekalipun tanpa kusadari. Tak tahu ku tunggu atau tidak, tak juga dia kunjung mengalir. Bisa jadi ini sebuah simbol yang harusnya membuatku berpikir, bukan untuk dia aku menangis. Pernahkah aku sungguh tertawa baginya, tak ada kata hanya rasa, sendiri tiada dibagi, apalagi denganmu yang pernah singgah entah kapan dan dimana. Kata orang, semua akan berjalan seperti biasa, matahari tetap bersinar, satu hari masih duapuluh empat jam. Tapi sesaat hanya jantungku yang menjadi dunia ini. Darahnya yang mengalir pelan, tak ada semangatku, hampir hilang dan terbenam jikalau tak segera diselamatkan.

 

Lurus dari hatiku, aku tak memandang ke kiri dan kanan, aku akan bilang, sebenarnya aku bahagia dengan berita ini. Setidaknya tiada lagi asa yang kadang meluap kadang sirna. Satu lagi kepastian dalam skenario hidupku, yang diisi cerita-cerita kecil yang kadang jenaka, nakal, inspiratif namun tak jarang terasa malang.

 

Kini aku berhenti, saatnya giliran kau. Kau tak pernah ku mengerti, tak perlu juga kutuntut yang yang harus kau lakukan. Hanya tak kah kau sadari, sikapmu membuat aku terbenam dalam sebuah kesalahan yang untungnya tak fatal dan membuat harapanku batal. Kau, bukan seorang yang begitu baik di mataku, tak juga kuandalkan dalam hidup. Rasanya adil bagiku jika ini adalah sebuah akhir. Kuimpikan tak lagi berlanjut. Tak mau jua aku dibutakan kisah yang pernah berseri ini dan tak mampu melihat babak-babak lain yang menanti. “Cut” mungkin pita drama ini sudah saling berlilit dan tak bisa lagi diperbaiki. Disimpan saja, dan akan kuputar drama baru dalam kotak jiwa. Menulis membuat terasa lebih baik.

Written by Me

September 23, 2008 at 10:02 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: