Sihiteezra's Weblog

Love the Life You Live&Live the Life You Love

Ini Saat Mengerti

leave a comment »

Mungkin sekarang aku bisa mengerti mengapa orang dewasa harus menangis. Bukan karena minta ikut atau ingin dibelikan sesuatu. Namun ada hal-hal yang tidak bisa diungkapkan yang mau tak mau aku hanya menunggu waktu sampai tepat waktunya aku mengerti. Semua hal tidak selurus yang dibayangkan. Setiap hal tak akan selalu bia diharapkan. Kejutan-kejutan datang, saat siap atau tidak siap. Masalahnya bukan hanya mencari penyelesaian tapi bagaimana berjuang tetap kuat dan menerima bahwa segala sesuatu berubah. Hanya perubahanlah yang abadi di dunia ini.

Kini aku bisa merasakan mengapa tawa rasanya begitu berharga. Bukan hanya menarik keduabelah bibir, menyipitkan mata dan menunjukkan gigi dan tergelak. Tapi saat ada bahagia yang menyusupi jiwa dan semakin hangat di dalam dada. Saat tawa menghilangkan kecewa dan senyum menandakan sebuah harapan. Aku tahu bagaimana rasanya. Sebuah simbol rasa yang terkadang genit, centil tapi berbunga gembira.

Saat ini aku bisa menerima kalau orang dewasa sering sakit kepala. Tidak hanya fisik yang semakin besar tapi tanggungjawab dan tekanan pun datang silih berganti. Bukan hal yang mudah mengatasai sakit hati, rasa dikhianati, malu atau merasa bersalah. Kesempurnaan tampaknya semakin dekat di depan mata. Seakan-akan menggaung-gaungkan parameternya dan menawarkan kepuasan semu.

Tangis, tawa dan sakit kepala. Fenomena orang-orang dewasa yang porsinya pasti berbeda-beda. Merasa sendiri, tak dihargai, tak dimnegerti, berpikir seribukali sebelum mengatakan dan berbuat sesuatu. Barangkali jsutru dalam masa dewasa seseorang harus lebih banyak menunggu. Menunggu berbuat dan mengatakan sesuatu, menunggu tercapainya impian, menunggu akibat dari perbuatan, menunggu realisasi dari prediksi dan menunggu hingga punya keberanian.

Padahal menunggu bukan pekerjaan yang mudah tidak juga menyenangkan. Perlu sejuta kesabaran bahkan sabar tiada batas. Paradoksnya, justru sabar itu susah sekali. Tampaknya butuh kekuatan spiritual dan pengalaman yang tak singkat untuk meraihnya. Tak sabar meluapkan kemarahan, tak sabar mendengar kata cinta dari seseorang, tak sabar mendapatkna banyak uang, tak sabar mengalahkans seseorang, tak sabar menanggung penderitaan dan tak sabar berjuang untuk kesabaran itu sendiri.

Aku tahu rasanya saat aku ingin menangis dan dadaku terasa sesak. Tak akan pernah kulupa rasanya saat kekhawatiran menghantui. Juga tetap kuingat bahwa semua tak semulus yang kukira. Aku terkejut dan harus bersikap tenang menghadapinya. Aku akan berkata ini semua tidak mudah. Namun ini semua juga bukan tidak mungkin.

Written by Me

October 6, 2008 at 9:20 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: