Sihiteezra's Weblog

Love the Life You Live&Live the Life You Love

Padi dan Ilalang

with one comment

Tak akan pernah kau ketahui siapa yang akan kau temui saat kau pergi atau datang. Tak bisa kau pilih orang seperti apa yang akan bersamamu ketika kau hidup di dunia ini. Mungkin sedikit bisa membatasi dan memilih, tapi mau tak mau itu tak selamanya. Tak bisa menemukan tujuan yang sebenarnya saat tak teruji dengan berbagai jenis manusia yang ada di mayapada ini.

 

Ada padi ada ilalang. Saat akan mencabut ilalang, maka padi akan terikut bahkan ada yang akan mati. Biarlah tumbuh bersama, dan biarlah hidup berdampingan. Meski ada yang parasit satu dengan yang lain, tapi belum saatnya diangkat ataupun yang dibinasakan. Ini saat mereka hidup dalam bumi yang berbentuk bulat ini. Sama-sama menikmati sinar matahari dan sama-sama menunggu kematian. Tak berarti setragis itu, pada periode antara, saat berada di terminal kehidupan ini mereka bisa tertawa dan merasakan sesuatu yang dikatakan kenikmatan.

 

Setumpuk tanaman padi dikelilingi sedikit atau banyak ilalang. Terkadang dengan sedikit ilalang padi tak jarang kalah, tapi bukan tak mungkin serumpun kecil padi bisa bertahan di tengah banyak ilalang. Keduanya akan membawa hasil. Yang bertahan yang menang, yang kalah dililit habis, bisa bertahan dengan sengsara dan ketidakbebasan atau bisa mati layu, terhapus dari atas tanah. Tak juga keduanya terlihat secara langsung beroposisi, ini adalah rahasia-rahasia kecil hidup yang sering menjadi kejutan.

 

Bukan terlalu dikotomis, bukan pula dwistigma atau terlalu hitam putih. Pada dasarnya hanya ada dua yaitu padi dan ilalang. Bukankah padi juga tidak semua berisi banyak dan ilalang ada yang tumbuh besar ada yang kecil lebih tipis. Pada kesimpulan besarnya tetap padi dan ilalang. Dua ciri besar yang kemudian bercabang pada lini-lini yang lebih kecil. Mungkin aku terlalu malas berpikir, berhenti pada padi dan ilalang. Tapi dua jenis ini tak sesederhana yang dibayangkan, kompleks tak seperti yang dirancangkan oleh pikiran manusia. Semuanya bermula pada padi dan ilalang, akhirnya akan berhenti pada saat menuai keduanya.

Written by Me

November 11, 2008 at 9:41 am

Posted in Uncategorized

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. Kalo gw, pasti mikirnya, “Ya udahlah ya … Padi ya padi aja. Ilalang ya ilalang aja.”
    🙂

    Mona

    November 24, 2008 at 7:31 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: