Sihiteezra's Weblog

Love the Life You Live&Live the Life You Love

Amerika-Prancis : 1-1

leave a comment »

Amerika tak perlu cemburu lagi pada Prancis yang punya Carla Bruni.

Seluruh dunia mengarahkan telinga pada kata-kata Barrack Obama, tapi mata terpusat pada busana istrinya. Michelle akan memiliki pamor mode seperti Jacky Kennedy.

 

michelle_obama310

Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan fashion. Tapi tak semua orang menjadi bulan-bulanan global karena kesalahan itu. Seperti yang dialami Michelle Obama. Sebelumnya first lady ini selalu dipuja-puja oleh kritikus dan editor majalah fashion karena pilihan busananya yang klasik, sederhana tapi berani dalam warna.

Michelle tersandung karena terusan berwarna hitam dan merah neon yang dia kenakan pada pidato kemenangan suaminya, 6 November lalu. Gaun itu rancangan desainer New York, Narsico Rodriguez. Seluruh dunia mendengarkan apa yang dikatakan Obama, tapi mata terarah pada apa yang dikenakan istrinya. Pilihan Michelle sontak mengundang kritik.
Dalam sebuah polling lewat internet yang dibuka USA Today, 65 persen responden dari 10.000 pembaca mengatakan Michelle O “sedang cuti.” Sementara sisanya mengatakan pengacara korporasi lulusan Harvard ini “terlihat fantastis seperti yang sudah-sudah.”
Ya, Michelle O sudah telanjur memikat hati dan mata masyarakat dunia. Terutama karena pilihan busananya yang memukau tapi membumi. Michelle tak menghamba pada haute couture atau peritel busana kelas satu. Salah satu label pilihannya adalah J.Crew, seperti yang dia kenakan saat wawancara di acara televisi Jay Leno. Michelle memakai pencil skirt putih seharga 148 dolar, tank top Italian 100 dolar dan cardigan krem kuning seharga 90 dolar Amerika.
Michelle memang tak suka menghamburkan banyak uang untuk pakaian. Tidak seperti Sarah Palin yang menganggarkan sekitar 150.000 dolar setahun untuk busana. Penghasilan Michelle sendiri dari karirnya 300.000 dolar per tahun. Justru inilah yang membuat Michelle berbeda, dia punya citra sebagai wanita karir, berbeda dengan first lady sebelumnya, Laura Bush, yang pakem busananya European chic. Persis Hillary Rodham Clinton dulu.
Perusahaan kosmetik Avon akan menerbitkan buku mode mengenai Michelle yang akan ditulis mantan editor-in-chief majalah Mademoiselle. Judulnya Michelle Obama Style Guide. Sejak Jacqueline Kennedy Onassis belum ada first lady yang dianggap sebagai sartorialis, seorang yang fashionable, di ranah politik. Michelle diperkirakan akan memiliki pamor mode seperti Jacky O. Jacky dianggap berselera cerdas dalam mode, tapi tetap saja penampilannya menuai kritik. Rambutnya yang berpotongan bob pernah disebut sebagai kain pel.
Gaun ketat ungu yang dikenakan Michelle saat perayaan kemenangan suaminya sebagai capres dari Partai Demokrat berharga 900 dolar AS. Gaun itu rancangan Maria Pinto, desainer yang belakangan ini terdongkrak pesanan desainnya karena Michelle. Pinto membangun usahanya dari dari nol dan kini menjadi salah satu kisah sukses dari Chicago.
Pinto mewakili semangat “mimpi Amerika” seperti yang juga ingin ditunjukkan Michelle tentang dirinya dan apa yang telah dicapai suaminya. “Sebagai first lady, dia akan terus memadukan pakaian terjangkau dengan karya desainer, tapi pilihan itu membuktikan wanita ini mengerti fashion dan kita akan punya bahan fashion politik yang menarik dalam empat tahun ke depan,” sebut majalah New York.
Dengan gaun ungu itu Michelle menunjukkan kepercayaan dirinya, terutama terlihat dari lengannya yang ditempa latihan 90 menit tiga kali sepekan. Perempuan 44 tahun ini berani memilih warna-warna terang yang sering dihindari oleh para first lady untuk mempertahankan keanggunan tradisional.
Daripada memakai blazer Michelle lebih memilih memakai baju terusan yang memancarkan kesegaran di tengah gempuran resesi ekonomi yang dihadapi Amerika Serikat dan tertiup sebagai badai ke seluruh dunia. “Dia tidak ingin terlihat terlalu mengilap. Dia juga tidak ingin terlalu terang,” kata Laura Schwartz, penasehat untuk istri kandidat presiden dari partai Demokrat. Schwartz mendampingi Teresa Heinz Kerry dan bekerja untuk Gedung Putih selama era Clinton. “Kita sedang bicara tentang pesan daripada hal-hal yang menyilaukan,” kata Schwartz.

Dengan tampilan itu Michelle seperti membalikkan pesan yang pernah dikampanyekan kubu Mc Cain yang mengatakan keluarga Obama elitis dan telah menyerupai selebrita.
Dan saat ini yang paling ditunggu-tunggu adalah apa yang akan dikenakan Michelle pada acara pelantikan presiden 20 Januari mendatang. Orang Amerika tak perlu cemburu lagi pada Prancis yang memiliki Carla Bruni-Sarkozy, first lady bekas supermodel. Mungkin salah satu momen yang paling ditunggu adalah pertemuan antara Obama dan Sarkozy. Bagaimana kedua first lady itu tampil bisa melebihi hasil pembicaraan politik antar presiden.
You are what you wear, kata orang yang sangat memperhatikan fashion. Tapi bagaimanapun seorang Michelle Obama tampil, dunia sedang menghadapi banyak tantangan yang lebih penting untuk diperhatikan. Dan untuk itu banyak harapan ditumpukan pada Obama. N alfred ginting/ezra sihite

Dikutip Sepenuhnya dari Koran Jakarta 18 Januari 2009

Written by Me

January 19, 2009 at 11:45 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: