Sihiteezra's Weblog

Love the Life You Live&Live the Life You Love

Saatnya Berpesta Untuk Obama

leave a comment »

barack-obama-for-president1

Belum pernah Washington didatangi begitu banyak orang sejak pelantikan Lyndon B Johnson 1965.

Kota Washington yang berpenduduk 600 ribu jiwa, tiba-tiba akan didatangi 2 jutaan manusia dalam dua hari ke depan. Hotel-hotel penuh, cindera mata laris dijual, para artis ikut bernyanyi. Obama menyihir dunia.

Akhir pekan ini menjadi saat yang paling sibuk bagi Joseph Persichini Jr. Pejabat FBI di Washington itu terus berkordinasi dengan kolega-kolega maupun bawahannya. Jam tidurnya nyaris berkurang. Maklum persiapan pelantikan Presiden AS Barrack Obama 20 Januari nanti telah menyita sebagian besar waktunya. Meski sejauh ini belum ada ancaman berbahaya, Persichini dan rekan-rekannya tak mau kecolongan.” Ini peristiwa global. Kami terus menjamin kerjasama dengan intelijen internasional. Perubahan bisa berlangsung cepat setiap hari,” tegasnya.

Persichini tentu tidak sendiri. Para pejabat pemerintah Washington yang lain pun didera kesibukan luar biasa. Begitu pun warga Washington. Sebagai tuan rumah, mereka bertanggung jawab atas suksesnya acara ini. Terlebih miliran mata di seluruh penjuru dunia akan tertuju pada malam inagurasi termegah dan termahal sepanjang sejarah Amerika. Televisi maupun internet akan menyebarluaskannya ke seluruh dunia.

Biayanya 150 juta dollar AS. Biaya itu dipastikan membengkak jika salju turun sehari atau pada saat pelantikan. Demikian Washington Post. Padahal, pelantikan George Bush hanya menelan 42,3 juta dollar (2005) atau Bill Clinton yang cuma 33 juta dollar (1993).

Dari jumlah pengunjung pun pelantikan Obama juga fantastis. Sekitar 2 juta manusia pada Selasa lusa akan memadati kota Washington, kota yang hanya dihuni 600 ribu jiwa. Itulah yang membuat pejabat kota dan aparat keamanan setempat, seperti Persichini Jr. kemudian harus bekerja keras. Washington belum pernah didatangi begitu banyak orang sejak pelantikan Lyndon B Johnson pada 1965. Waktu itu setidaknya 1,2 juta orang membanjiri Washington DC.

Kawasan seluas 9 kilometer persegi, meliputi pusat kota, sekeliling Gedung Putih, National Mall, dan Monumen Washington, akan ditutup sejak 19 Januari siang hingga 21 Januari selepas fajar. Hajatan ini tentu saja menggerakan perekonomian warga kota. Tiket bagi yang ingin menyaksikan pelantikan ini pun ludes terjual. Agar tak dimanfaatkan para calo, pemerintah setempat pun mengeluarkan peraturan yang amat keras.

Beberapa penjual cinderamata kebanjiran pesanan. Kaus-kaus dan pernak-pernik seputar Obama laku keras. ”Banyak orang yang ingin memiliki kenang-kenangan dari peristiwa bersejarah ini,” kata Ann Hand, pembuat kerajinan di Washington. Dia mengaku banyak mendapat pesanan dari luar negeri, seperti Hong Kong, Norwegia, Swedia, Singapura, Jepang, dan Inggris.

Sebuah kaus bertuliskan ”Be the Change” dijual seharga 30 dollar AS (327 ribu rupiah). Sebuah piring porselen China bergambar wajah Obama dijual 82 dollar AS (893 ribu rupiah). Tak harus secara langsung, bisa juga melalui internet.”Sedikit mahal, tetapi saya harus datang dan membeli sesuatu yang resmi untuk mengenang (peristiwa) ini,” kata Deborah Watt, warga setempat.

Bertabur Bintang
Selain suvenir, tinggat hunian hotel pun membludak. Sekitar 900 ribu kamar yang ada di hotel-hotel setempat telah full booking sejak sepekan silam. Begitu pun penginapan-penginapan murah. Bahkan, ada warga yang menyewakan rumahnya untuk penginapan. “Sungguh luar biasa,’’ kata seorang pegawai Hotel Marriott Wardman Park, hotel terbesar di Washington.

Untuk menyambut tamunya, hotel itu menyediakan masing-masing satu ton cokelat dan keju, serta 800 pon daging bison. Mereka juga menyediakan cadangan daging sebanyak 49 ribu kg. “Sang juru masak memegang daftar itu dan berkata ‘oh my god’ ,” ujar Direktur Catering Marriot, Christopher Otway.

Para selebritas pun tak ketinggalan. Penyanyi Marriah Carey, Mary J. Blige, Alicia Keys, Jay Z, Beyonce, dan Stevie Wonder dipastikan akan tampil dalam pesta untuk Barry, panggilan Obama. Pentas hiburan seperti ini dinamakan “Neighborhood Inaugural Ball”, satu dari 10 pesta resmi yang akan dihadiri Obama setelah dilantik tanggal 20 Januari. Tiket- tiket yang terjual kebanyakan dibeli oleh penduduk Washington, dan telah ludes terjual.

Acara serupa juga digelar di beberapa negara termasuk Indonesia, tempat Obama pernah bersekolah semasa kecil. Obama’s Inauguration, demikian nama pesta itu akan digelar besar-besaran di Ballroom Hotel Ritz Charlton. Temanya a new birt of freedom. Penggagasnya adalah Ron Muller, seorang ekspatriat pemilik sebuah Restoran Meksiko di Jakarta. Ia adalah pendukung setia Obama dan sekaligus ketua perkumpulan Friends of Obama di Jakarta. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, turut mendukung.

Ada 400 tiket yang disiapkan panitia dan bisa dibeli oleh siapa saja yang ingin menyaksikan momen pelantikan Obama. “Sejauh ini 200 tiket sudah laku terjual, “ kata Merry, Humas acara tersebut. Di acara ini Maya Soetoro yang merupakan sepupu Obama akan menyampaikan pesan secara langsung dari Hawaii melalui wawancara jarak jauh.

Di Washington, selain Inagaural Ball, rangkaian acara pelantikan juga akan diramaikan dengan konser anak-anak yang akan diadakan mulai besok dengan sederet bintang seperti Jonas Brothers, Miley Cyrus, Demi Lovato, Bow Wow, Billy Ray Cyrus, Keke Palmer, Usher dan pebasket Shaquille O’Neil . Pembawa acaranya adalah Michelle Obama dan Jill Biden ( istri Joe Biden ). Mereka bersukacita atas terpilihnya Obama.

Hujan Salju
Selain hiruk pikuk manusia, yang juga kerap jadi tamu tetap pada pelantikan presiden-presiden Amerika adalah salju atau cuaca dingin. Badan Meteorologi dan Geofisika negara itu sudah memperingatkan akan adanya penurunan temperatur udara, badai salju, dan hujan deras yang bisa mengancam kehadiran jutaan orang di pesta ini “Dengan tidak jujur memperkirakan cuaca 10 derajat celcius, bisa semakin memperburuk pula rencana acara itu,” kata Christopher Strong, seorang meteorolog dari badan meterologi Amerika.

Suhu terakhir pada bulan Januari di Washington berfluktuasi mulai dari minus enam sampai empat derajat celcius, sementara suhu tengah sekitar 2,7 derajat celcius. Suhu yang mampu membekukan tulang ini dipercepat oleh kecepatan angin yang mencapai 10 mil per jam. Menurut statistik, lima persen kemungkinan salju akan menaburi orang-orang yang menonton Obama saat berjalan di jalur menuju tempat dia disumpah. Sementara 12 persen peluang, mereka akan basah karena hujan. Sebelum acara pelantikan, 30 persen kemungkinan salju akan turun.

Pemerintah lokal telah menyediakan 2000 alat pencacah salju dan truk yang siap sedia membersihkan jalan utama, kalau-kalau terjadi hujan salju.“ Awas hati-hati hipotermia, bersiaga untuk menggigil dan mati rasa karena cuaca,” seru pemerintah lokal di situs pemkot.

Sepanjang sejarah Amerika, cuaca tercerah saat pengambilan sumpah presiden terjadi pada pelantikan Ronald Reagan (1979). Namun, pada pelantikannya saat terpilih untuk kedua kalinya (1984) cuaca menjadi amat ekstrem hingga acara pawai juga harus dihentikan.

Paling tragis adalah ketika William Harrison diambil sumpah pada 4 Maret 1851. Saat itu dia tak memakai jaket, sekalipun cuaca begitu beku. Bahkan acara pelantikannya merupakan yang paling lama sepanjang sejarah Amerika, 1 jam 40 menit. Kemudian Harrison menunggang kudanya di jalan dalam pawai pelantikan. Beberapa hari setelah acara itu dia terkena pneumonia dan meninggal. N adiyanto/ezra sihite/agus triyono/rizky amelia

Dikutip Sepenuhnya dari Koran Jakarta 18 Januari 2009

Written by Me

January 19, 2009 at 10:46 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: