Sihiteezra's Weblog

Love the Life You Live&Live the Life You Love

” Tamatnya Riwayat Seorang Broker “

leave a comment »

sarijaya-dalam-oke

Herman Ramli Merupakan Salah Satu Pemain Pasar Saham Yang Mempunyai Tabiat Market Maker. Kasus Yang Kini Menimpanya Sebetulnya Hanya Karena Kesialan Saja.

Setelah komisaris Sarijaya ditahan polisi, seorang manajernya pekan lalu melakukan bunuh diri.

Herman Ramli merupakan salah satu pemain pasar saham yang mempunyai tabiat market maker. Kasus yang kini menimpanya sebetulnya hanya karena kesialan saja.

 

Selasa pagi itu, Afwan Surya Hendra berdiri di ujung gang di depan rumahnya. Hanya berdiri hingga setengah jam kemudian dia berbalik masuk ke rumah dan memeluk Pasha. Nama yang disebut terakhir adalah putri Afwan yang baru duduk di bangku SD kelas 1. “Kak Papa mau pergi. Perginya jauh,” kata Rina Wulandari, ipar Afwan, menirukan ucapan Afwan. 

Tak ada firasat apapun dengan kelakukan Afwan pagi itu, yang dirasakan oleh keluarganya hingga malam harinya manajer PT Sarijaya Permana Sekuritas itu ditemukan gantung diri dengan tambang berwarna kuning di garasi rumahnya. Ketika ditemukan Edi, ipar Afwan yang lain, Afwan masih bernyawa. Badannya masih hangat tapi nyawa Afwan tak tertolong. Rina tak tahu mengapa Afwan melakukan aksi nekat itu.

Yang tersebar kemudian, kasus bunuh diri Afwan dihubung-hubungkan dengan kasus yang sedang menimpa Sarijaya: Afwan takut diperiksa polisi sehubungan dengan kasus penggelapan dana nasabah yang dilakukan oleh manajemen Sarijaya. Kasus yang terjadi pada tahun lalu itu, Januari silam sudah menyeret Herman Ramli pemilik sekaligus komisaris utama Sarijaya ke tahanan polisi. Herman dianggap sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas penggelapan dana senilai Rp 245 miliar dan kasus pencucian uang. “Apa yang dilakukan Afwan tidak ada hubunganya dengan pekerjaan (Sarijaya),” kata M Lutfi Hakim, pengacara Sarijaya.

Kasus penggelapan dana yang dilakukan manajemen Sarijaya berawal dari keterlibatan Sarijaya dalam repo alias gadai saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar 35 miliar rupiah setahun lalu. Belakangan dana gadai itu nyangkut dan baru 15 miliar rupiah yang dibayar oleh Bakrie Brothers Tbk (BNBR). Sisanya masih tertahan di BUMI. Dileep Srivastava, Senior Vice President BUMI mengatakan, pihaknya hanya menggunakan repo untuk menyeimbangkan risiko dan semuanya telah dikembalikan dengan baik.

Nah untuk menutup dana itu, Herman konon kemudian “berakrobat.” Antara lain dia menggunakan 17 rekening bodong alias fiktif untuk membeli saham-saham yang kurang aktif. Saham-saham yang dibelinya itu yang lantas dia “sangrai.” Tujuanya apalagi kalau bukan untuk menaikkan harga saham-saham yang dibelinya. 

Skenario yang dibuat Herman kira-kira begini: Ketika harga saham yang dibelinya melambung tinggi maka dia akan melepas atau menjualnya kembali. Dengan demikian dia bisa mendapat untung besar dari selisih ketika dia membeli dan saat menjual saham-saham tadi. Keuntungan dari menjual saham-saham itulah yang lantas akan digunakan untuk menutup uang para nasabah yang sebelumnya, telanjur dia gunakan untuk menggadaikan saham BUMI. 

Kejahatan Pasar Modal
Namun celaka 13, Herman ketiban apes. Skenario yang dirancangnya tak sesuai dengan yang dia harapkan menyusul gelombang krisis keuangan yang menimpa banyak pasar modal dunia, termasuk di Indonesia. Singkat kata Herman menelan kepahitan. Dia diperkirakan telah menggunakan dana 8.700 nasabah Sarijaya Sekuritas dengan nilai sekitar 300 miliar rupiah. Kasus ini kemudian mencuat dan Herman ditahan di tahanan Mabes Polri sejak 24 Januari 2009.

“Dia merupakan salah satu pemain pasar saham yang mempunyai tabiat market maker, kasus yang menimpa dia sebenarnya hanya apes saja,” kata Yanuar Rizky, analis saham dari Aspirasi Indonesia Research Institute.

Penggelapan dana oleh manajemen Sarijaya terungkap ketika Satuan Pemeriksa Anggota Bursa melakukan pemeriksaan rutin pada Desember 2008. Pada pemeriksaan tersebut Sarijaya tidak dapat menyediakan data pendukung Modal Kerja Bersih Disesuaikan atau MKBD yang memadai, terutama data piutang dan utang nasabah pemilik rekening. Melihat kejanggalan itu, pihak BEI kemudian melaporkan ke Bapepam-LK.

“Menanggapi laporan tersebut, Bapepam kemudian melakukan pemeriksaan setempat ke Sarijaya,” kata Justitia Tripurwasani ( Direktur Pengawasan BEI )

Tanggal 7 Januari 2009 semua kegiatan perdagangan aktivitas Sarijaya di pasar modal lalu dihentikan. Selain meminta Herman memperbaiki keuangan Sarijaya, Bapepam-LK kemudian juga memeriksa dan melakukan penyidikan atas Sarijaya dengan melibatkan Bareskrim Mabes Polri. Dari penjelasan yang disampaikan oleh Nurhaida, Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK, tujuan pemeriksaan itu untuk melindungi para investor dan meminta Herman Ramli bertanggungjawab atas tindakan yang dilakukannya. 

Hal yang lebih penting kata Nurhaida, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap indikasi pelanggaran dan kejahatan di pasar modal. Dari sana akan diketahui siapa saja para pihak yang terlibat. “Kejahatan yang terjadi di Sarijaya itu, dilakukan oleh orang dalam sehingga menyulitkan pihak di luar Sarijaya (termasuk Bapepam-LK ) untuk mengetahuinya,” kata Nurhaida.

Nasib Nasabah
Hingga pekan lalu belum ada tanda-tanda kejelasan nasib para nasabah Sarijaya itu. Dalam catatan Bapepam-LK, jumlah klaim nasabah yang diajukan ke Sarijaya berjumlah 7.632 dengan nilai total klaim kurang lebih sebesar 1,3 triliun rupiah. Dari keseluruhan klaim itu, terdapat 6.741 nasabah melakukan klaim atas saham yang disimpan di Sarijaya dengan nilai 1,1 triliun rupiah. 
Yang lalu menjadi persoalan, jumlah aset yang dijaminkan oleh Herman diperkirakan tidak akan cukup untuk menombok dana nasabah yang sebesar 245 miliar rupiah itu. Apalagi Sarijaya sebetulnya hanya terdiri dari perusahaan multifinance dan pabrik plastik. Tiga perusahaan yang sudah disita Bapepam-LK adalah Sarijaya Permana Sekuritas, Sarijaya Insurance, dan Sarijaya Multifinance.

Pihak otoritas karena itu, selain mengatur penjualan aset jaminan tersebut sebagai paket penyelesaian. Awal Maret, konsorsium investor Vier Jamal menyatakan niat membeli Sarijaya, selain itu ada PT Panin Sekuritas dan PT Trimegah Securities. Vier konon menyiapkan dana Rp 400 miliar untuk mengakuisisi Sarijaya yang akan digunakan sebagai dana pemulihan, akuisisi dan ekspansi.

Hal lain yang menjadi ganjalan para nasabah Sarijaya, sejak aktivitas perusahaan itu dihentikan oleh otoritas bursa, para nasabah tidak dapat menarik atau memindahkan dana dan efek yang dimilikinya ke perusahaan sekuritas lain. Dan sejak kasus penggelapan dana Sarijaya mencuat, kantor-kantor cabang Sarijaya selalu dipenuhi nasabah yang mengisi formulir penarikan dana ataupun pemindahan portofolio efek yang dimilikinya.

Sebagian nasabah itu, Kamis pekan lalu, seratusan nasabah Sarijaya melakukan unjuk rasa di depan kantor BEI di Jalan Sudirman, Jakarta. Selain meminta kepada otoritas agar dana mereka segera dikembalikan, para nasabah itu juga mengecam kinerja Bapepam-LK dan BEI yang dinilai tidak berfungsi seharusnya. “Dengan online trading-nya Sarijaya, kita kan juga ada pajak ke BEI, tapi kok kita tidak ada keprihatinan ke kita,” kata Teguh Hartono, nasabah Sarijaya asal Bogor.

Para nasabah itu juga menyayangkan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono yang membuka perdangan saham pertama tahun 2009, 5 Januari lalu. Menurut Rudi, nasabah dari Palembang, kasus Sarijaya seharusnya membuat SBY dan BEI lebih berhati-hati mengurus arus investasi dalam negeri. 

“Waktu saya lihat SBY, saya bangga dan berpikir bahwa sekarang berpartisipasi di saham sudah makin terjamin, tapi kami kecewa dan presiden harus membuktikan bahwa kasus ini bisa terselesaikan,” kata Rudi. rusdi mathari/agus triyono/ezra sihite/kristian ginting/risky amelia rusdi mathari/agus triyono/ezra sihite/kristian ginting/risky amelia

Dikutip sepenuhnya dari Koran Jakarta, 15 Maret 2009

Written by Me

March 17, 2009 at 6:17 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: