Sihiteezra's Weblog

Love the Life You Live&Live the Life You Love

Elegan dengan Cardigan

with 2 comments

Di Indonesia, busana ini kerap dipakai para selebritas muda. Kebanyakan pria. Kesan gay sempat melekat pada lelaki pemakai cardigan. Belakangan busana ini kembali dikenakan pria, terutama di Asia. Tendensinya memang berubah-ubah.508472hpreview

Di Indonesia, busana ini kerap dipakai para selebritas muda. Kebanyakan pria. Kesan gay sempat melekat pada lelaki pemakai cardigan. Belakangan busana ini kembali dikenakan pria, terutama di Asia. Tendensinya memang berubah-ubah.
Tak semua produk fesyen bertolak dari perempuan. Sekalipun lekuk tubuh kaum hawa kerap menjadi inspirasi, tak jarang lelaki juga menjadi pangkal lahirnya sebuah tren mode. Keduanya sama-sama membutuhkan sentuhan fesyen. Salah satunya cardigan. Baju hangat rajut, seringnya berbahan wol, berkancing banyak, panjangnya hingga pinggang sampai paha .

Manusia mahluk yang cepat beradaptasi dengan alam. Kala angin menerpa, cuaca dingin menusuk tulang, mereka butuh selembar kain penutup, maka mode berinovasi untuk ini. Seakan tak kehabisan akal menyiasati musim dingin, baju-baju hangat jadi solusinya. Berbagai inovasi pun lahir, mulai dari jaket berbagai bahan, sweater, pullover, maupun cardigan. Yang terakhir, jenis yang diminati para perempuan, sempat hilang sebagai ikon lelaki. Di Wales, Britania, jenis pakaian ini pertama kali muncul. Diambil dari nama Earl of Cardigan, ksatria Inggris yang memimpin pasukan perang ke Rusia pada awal abad ke-19. Cuaca yang selalu minus derajat di negeri “Beruang Merah”, membuat para tentara diperlengkapi dengan baju hangat. Produsen baju hangat Inggris kemudian mengambil nama cardigan sebagai ikon produknya. Kemudian busana ini semakin dipopulerkan di negeri “Abang Sam” Amerika Serikat.

Tak lagi sebagai atribut perang tentu. Cardigan menjadi baju hangat informal, biasanya dipakai di rumah. Cenderung dikenakan orang-orang berusia lanjut dan remaja pria. Pertimbangannya; tak cukup hangat jika dibandingkan jaket dan pullover tebal. Rajutnya yang tak terlalu tebal membuat para penikmat fesyen Asia pun melirik jenis pakaian ini. Toh, cuaca di benua ini tak seekstrim di Eropa. Untuk mengadaptasikan dengan udara tropis, bahan-bahannya pun mulai disesuaikan, seperti mengganti wol dengan katun, sutra, kasmir, dan polyester. Bahkan cardigan tak lagi harus berbahan rajut atau knitwear.

Masa jaya cardigan memang tak lagi mencapai puncaknya sebagai busana pria di Barat. Walaupun beberapa label masih tetap melansir produk fesyen ini sebagaimana Dolce&Gabbana, Zara, Calvin Klein, Versace, dan Louis Vuitton. Mulai abad ke-20, potongan rajut ini seakan menjadi miliknya perempuan dengan warna-warna terang, motif yang variatif dan gaya yang lebih inovatif. Di Amerika dan Eropa sendiri, tren cardigan tidak terlalu terdengar kecuali saat musim dingin. Berbeda dengan di negara-negara tropis di Asia. Dalam berbagai suasana, para perempuan Asia kerap tampil dengan busana ini baik lengan panjang maupun pendek. Saat tren cardigan untuk pria di Eropa mulai turun, justru di Asia tetap diminati. Di Indonesia, busana ini kerap dipakai para selebritas muda. Kebanyakan pria. Mulai dari Indra Bekti, Rafi Ahmad, dan Giring, vokalis grup Nidji.

Ini tak lepas dari tren yang berkembang di Amerika. Publik figur seperti David Beckham, Jude Law, dan Daniel Craig, bintang 007 terbaru itu, tak canggung membalut tubuhnya dengan cardigan Tak kalah seperti istrinya, Victoria yang memang sering jadi stimulus produk fesyen, Beckham membuat tren ini diterima sebagai busana yang bisa dikenakan tak hanya dalam suasana informal, tapi juga resmi.
Lebih bergaya
“Dengan cardigan, penampilan terlihat lebih gaya,” ungkap Indra Bekti. Tak hanya tuntutan shooting, Indra juga mengenakan cardigan di luar pekerjaannya. Kadang-kadang pria ini memadumadankan dengan kaos tambah asesoris kalung, tak jarang juga dengan kemeja plus dasi kupu-kupu. “ Aku terinspirasinya karena suka lihat di majalah-majalah, terus kalau belanja ada mannequin yang pakai cardigan, aduh kayaknya manggil-manggil pengen dibeli,” kata Indra tertawa. Dia mengaku punya lebih dari sepuluh cardigan. Warnanya mulai dari merah, abu-abu, biru, dan warna netral. Yang lebih disukainya? “ warna-warna terang dong, lebih eye catching,” ujarnya.

Produk fesyen ini juga kerap terlihat di kalangan mahasiswa pria. Seperti yang diutarakan Agung Citra (23), mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta. “ Awalnya aku suka pakai jaket, tapi karena ngelihat pakai cardigan gak panas, akhirnya aku suka pakai,” kata pria berpostur tubuh besar ini. Cardigan Agung kebanyakan berwarna hitam maupun biru tua. Bukan karena takut warna terang, tapi dia merasa dengan tubuh lebar, warna terang akan membuatnya terlihat gemuk. “ Mungkin kalau udah agak kurusan, aku gak keberatan pakai cardigan warna terang,” tambah pria yang sering mengenakan cardigan ke kampus. Untuk padu padan, Agung biasanya memadankan dengan kaos kalau ke kampus, sementara untuk acara yang lebih resmi, kemeja menjadi pilihan.

Lantaran sempat diidentikkan dengan busana perempuan. Maka ketika cardigan mulai dikenakan para pria, busana ini jadi identik dengan busana para homoseksual. Namun belakangan, anggapan ini mulai luntur, yang ada, cardigan cenderung mengesankan pria metroseksual. Salah satu jenis cardigan yang paling menonjol di kalangan kaum adam, yakni French Stripe cardigan, yang terkesan maskuin dengan pola garis-garis warna berlatar putih. Selain itu cardigan berwarna gelap, hitam, coklat, biru tua, dan abu-abu juga bisa menjadi pilihan. Bahkan lebih jauh, para pria tak sungkan-sungkan mengenakan warna-warna terang, semisal biru muda, merah, hijau, dan kuning.

Multi Suasana

Bisa digunakan untuk berbagai suasana. Ini salah satu keistimewaan cardigan dibandingkan jaket dan pullover. Dengan cardigan, busana yang dipadukan tak akan terlihat terdominasi oleh jenis baju hangat tersebut. Untuk acara resmi, bisa memadukan cardigan dengan kemeja dan memakai dasi serta, bawahannya, celana bahan. Ini pilihan yang tepat tak hanya ke kantor tapi juga ke pesta dan acara lainnya. Untuk suasana santai, bisa dipasangkan dengan jeans belel, t-shirt lengan pendek dengan dan tanpa kerah, celana pendek, sepatu kets atau sendal. Saat udara panas, cardigan berbahan katun atau kasmir pilihan tepat untuk dikenakan . Untuk french stripe cardigan, yang bergaris vertikal cocok untuk pria bertubuh gemuk agar menyiasati tubuh yang lebar. Sebaliknya yang bergaris horizontal cocok untuk para pria kurus.

Gaya cardigan pun mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Awalnya hanya berbahan rajut, berlengan panjang, berkancing banyak di bagian depan, berleher V, dan warna-warna netral. Ini disebut cardigan gaya klasik. Namun selanjutnya muncul cardigan berbagai gaya dari bahan yang bermacam-macam, tak cuma rajutan. Ada yang menggunakan kancing, ritsleting, bahkan ada yang hanya mengenakan tali pengikat untuk menyatukan kedua sisi depannya. Warna-warnanya belakangan ini pun lebih cerah dan muncul dengan berbagai motif.

Tahun ini, di Paris dan Milan, kota yang menjadi kiblat mode, cardigan juga menarik perhatian. Untuk busana pria, atasan transparan, rompi dan blazer memang mendominasi. Tapi cardigan pria masih mendapat tempat dengan pasangan atasan transparan atau singlet. Layaknya perempuan sering memadukan cardigan dengan tank top, lelaki pun punya pilihan senada, singlet yang menonjolkan sensualitas, sekaligus keseksian maskulin. Ingin menambah sisi pemberontak? Tinggal melingkarkan leher dengan kalung dengan lambang-lambang keagamaan, taring, peluru, dan pernak-pernik macho lainnya.

“ Sekarang semuanya ingin tampil fashionable bahkan pria gunung sekalipun, “ ujar Adesagi, seorang perancang muda Tanah Air mengomentari warna-warna terang yang semakin populer di kalangan para pria muda negeri ini. Selain itu pengaruh media yang menampilkan anak-anak band turut mempengaruhi tren cardigan tersebut. “ Kalau untuk acara sangat resmi mungkin cardigan masih kalah dari jas, tapi untuk semi formal bisalah, contohnya dipadukan dengan shirt round atau V neck untuk pria bertubuh kurus dan t-shirt bagi yang berpostur gemuk,” tambah desainer yang akhir tahun 2008 turut melansir koleksi 2009 di pagelaran busana Ikatan Perancang Mode Indonesia ( IPMI ). Keunikan cardigan, menurut Adesagi, karena busana ini cocok untuk segala umur, mulai dari anak-anak sampai orang tua.Ezra Sihite/Adiyanto

Dikutip sepenuhnya dari Koran Jakarta edisi 29 Maret 2009

Written by Me

April 2, 2009 at 1:12 pm

Posted in Uncategorized

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. thanks infonya..
    tapi yang lebih pantas pake gardigan adalah cewek donk pastinya..
    saat pake atasan thank top,terus diberi gardigan pasti kelihatan lebih anggun.

    Muna

    September 28, 2010 at 6:12 am

  2. inspiring 🙂

    endovus

    February 21, 2011 at 3:48 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: