Sihiteezra's Weblog

Love the Life You Live&Live the Life You Love

Perdagangan Spekulatif yang Mendunia

leave a comment »

Ada Yang Menganggap Transaksi Ini Spekulatif. Sebagian Menyebutnya Tak Berbeda Dengan Judi.
 paper-4

Tiba-tiba transaksi derivatif kembali menghebohkan dunia perbankan, setelah selama 10 tahun terakhir tak terdengar kabarnya. Awalnya adalah kabar tentang produk derivatif berbasis syariah yang dikeluarkan oleh Bank Danamon Syariah. Tudingan itu berasal Drajad H. Wibowo yang belakangan dibantah oleh oleh Bank Danamon.

Tak berapa lama, terkuak kasus transaksi yang sama yang melibatkan sejumlah bank, dan sejumlah BUMN. Lalu kasus transaksi derivatif antara PT Esa Kertas Nusantara dan Danamon semakin menambah panjang daftar kasus derivatif. 

Apa yang disebut sebagai transaksi derivatif sebetulnya sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran, yang nilainya diturunkan. Bisa juga berasal dari produk yang menjadi “acuan pokok” atau juga disebut produk turunan (underlying product).

Dimulai di Amerika Serikat, transaksi derivatif mulai marak pada 1950-an. Masa itu bursa keuangan dunia seluruhnya kebetulan memang berbasis di negeri Abang Sam meskipun awalnya semua produk derivative hanya diperdagangkan di bursa. Chicago Board of Trade dan Chicago Mercantile Exchange adalah bursa financial futures yang pertama dan sampai sekarang tetap merupakan pusat perdagangan derivatif tunggal terbesar di dunia. 

Bila digabung dengan New York Mercantile Exchange, Chicago Board dan Chicago Mercantile menguasai sekitar 90 perseni semua produk derivative. Setidaknya hingga dalam beberapa tahun terakhir. Hanya separoh dari seluruh transaksi itu yang diperjualbelikan di London Internasional Futures and Options Exchange dan bursa-bursa Eropa lainnya seperti Matif di Paris dan Deutsche Terminborse di Frankfurt. Sisanya diperdagangkan di Tokyo, Hong Kong dan Singapura.
Transaksi ini dipilih para pelaku pasar terutama karena alasan praktis dan iming-iming keuntungan besar. Dibandingkan dengan memperdagangkan atau menukarkan secara fisik suatu aset, sebuah perjanjian saling mempertukarkan uang, aset atau suatu nilai di suatu masa yang akan datang dengan mengacu pada aset yang menjadi acuan pokok, tentu akan lebih menarik. Beberapa orang menyebut transaksi ini penuh spekulasi. Sebagian yang lain, menyebut tak ubahnya perjudian.

Itulah yang pernah menimpa VeraSun Energy Corp di Brooking, Oktober tahun lalu. Sebelum akhirnya diketahui terlibat transaksi drivatif, keuangan VeraSun beberapa bulan sebelumnya terlihat sehat. Namun kontrak derivatif dalam bentuk akumulator menyebabkan perusahaan etanol itu kolaps. Bloomberg menyebutkan, hingga kuartal ketiga tahun lalu, VeraSun mengalami kerugian (sementara) hingga 103 juta dollar AS. 

Semula, VeraSun memerkirakan harga komoditas jagung yang mereka olah sebagai bahan-baku etanol, bakal terus naik. Gara-gara banjir, tiga bulan sebelumnya harga jagung memang naik 2 dollar AS menjadi 8 dollar AS per gantang. Satu gantang setara dengan 3.125 kilogram.

Berbekal lonjakan harga itu, orang-orang VeraSun meyakini harga jagung tak bakal turun, dan karena itu, perusahaan ini meninggalkan instrumen tradisional untuk mengelola biaya pembelian jagung lewat transaksi short position. Namun itulah awal celaka yang kemudian harus ditanggung VeraSun, karena ia jsutru ikut bertaruh dalam kontrak akumulator yang mengharuskan perusahaan itu membeli jagung berlipat ganda jika harga pasar anjlok.

Kenyataannya, kerusakan panen akibat banjir tak seburuk yang diperkirakan. Mau untung malah buntung. Permintaan jagung pun melemah terimbas perlambatan ekonomi dunia. Akibatnya, harga terus merosot, bahkan pada 31 Oktober, anjlok 48 persen menjadi tinggal 4,01 dollar AS per gantang.

VeraSun, yang sudah telanjur terikat kontrak, ketiban sial. Ia harus membayar pembelian jagung sekitar 7 dollar AS per gantang selama kuartal ketiga. Saat itu harga jagung di pasar hanya berharga 5,78 dollar AS. Lalu di pengujung Oktober tahun lalu itu VeraSun mendaftarkan perlindungan pailit. N adiyanto/dari berbagai sumber

Dikutip dari Koran Jakarta edisi Minggu, 5 April 2009

Written by Me

April 11, 2009 at 12:23 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: