Sihiteezra's Weblog

Love the Life You Live&Live the Life You Love

Golkar Malang Golkar Sayang

leave a comment »

Bak istri tua yang merasa dizalimi, Golkar meninggalkan “rumah koalisi.” Demokrat ingin Golkar terlebih dahulu mencermati kriteria cawapres yang telah diajukan Yudhoyono.

PERNYATAAN PARTAI DEMOKRAT

Bak istri tua yang merasa dizalimi, Golkar meninggalkan “rumah koalisi.” Demokrat ingin Golkar terlebih dahulu mencermati kriteria cawapres yang telah diajukan Yudhoyono.

Itu bukan Rabu biasa bagi para wartawan yang meliput di Istana Kepresidenan. Ada rapat kabinet, namun wakil presiden tidak hadir, justru dia menggelar Rapat Harian Pimpinan Golkar. Rapat itu memutuskan untuk menghentikan pembicaraan koalisi dengan Demokrat. Bibit-bibit pecahnya kemesraan Yudhoyono dan Kalla kian terang. Suasana istana justru tidak tenang.
Staf biro pers kepresidenan meniupkan informasi. Yudhoyono sebagai ketua dewan pembina Partai Demokrat akan menggelar jumpa pers di kediamannya di Cikeas, Bogor, pukul 6 petang. Jam 5 para wartawan masih mengikuti konferensi pers oleh Menteri Kelautan Freddy Numberi. Iring-iringan rombongan presiden sudah jalan menuju Cikeas. Mustahil bagi para wartawan untuk sampai di Cikeas yang sudah mendekati Bogor pada pukul 6.
Wartawan dimasukkan ke tiga mobil Pregio berlogo istana kepresidenan. Anggota Polisi Militer bersepeda motor dan satu mobil mengawal tiga kendaraan itu menerabas jalanan Jakarta yang macet khas jam kantor berakhir. Di jalan tol, pengawal tidak hanya meliuk-liuk meminta pengguna jalan lain minggir. Sesekali bahu jalan dilintasi. Seakan-akan di dalam tiga mobil di belakangnya ada pesanan penting yang harus diantarkan. Jarak 45 kilometer dari Istana ke Cikeas hanya menghabiskan waktu 45 menit.
Di Cikeas, SBY tidak keluar saat jam yang dijanjikan. Rupanya sedang rapat orang-orang teras partainya. Pukul 8 baru Andi Mallarangeng muncul di podium. Andi mengatakan karena yang membuat pernyataan dari kubu beringin Sekjen soemarsono, maka SBY tidak akan menimpali. SBY menugaskan Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Politik Anas Urbaningrum untuk berbicara. Anas didampingin oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Hadi Utomo dan Sekjen Marzuki Alie. Wartawan tidak diberi kesempatan bertanya.
Walhasil insiden memboyong wartawan dari Istana menuju Cikeas dengan terburu-buru hanyalah sebuah kepanikan yang terlambat disadari. Demokrat tidak bisa menyembunyikan kepanikannya ketika Golkar –sepihak atau tidak sepihak- memutuskan menghentikan pembicaraan tentang koalisi.
Selama seminggu sebelumnya, pihak Golkar dan Demokrat bertemu intensif untuk menentukan arah koalisi. Pada pertemuan 21 April siang, Golkar mengajukan draf kesepakatan koalisi. “Pada prinsipnya semua butir pada draf tersebut sudah dapat disepakati kecuali satu hal berkaitan dengan pasangan calon presiden dan cawapres yang belum disepakati,” kata Anas.
Anas mengatakan, Golkar ingin mengajukan satu nama cawapres, sedangkan Demokrat ingin lebih dari satu nama. “Karena belum tercapai kesepakatan untuk soal itu, masing-masing tim sepakat untuk menyampaikan laporan kepada Ketua Dewan Pembina untuk Partai Demokrat dan Ketua Umum untuk Golkar,” tutur Anas.
Yudhoyono yang mendengar kebuntuan itu mengarahkan agar masalah jumlah cawapres yang belum disepakati diendapkan untuk dibahas pada pertemuan berikutnya. Demokrat tidak menduga pada Rabu pagi itu, Golkar menyatakan telah terjadi kebuntuan pembicaraan nasib koalisi. “Dan penghentian pembicaraan itu dilakukan secara sepihak. Jadi tidak benar seolah-olah Partai Demokrat yang semena-mena dalam proses pembicaraan koalisi ini,” kata Anas.
Meruncingnya kemesraan Demokrat dan Golkar sudah ditabur sejak 9 Februari lalu. Awalnya dari mulut Achmad Mubarok, wakil ketua umum DPP Demokrat. Dia mengatakan Demokrat belum menentukan Jusuf Kalla sebagai calon wakil presiden mengingat Partai Golkar diperkirakan hanya akan meraup suara pemilu 2,5 persen.
Golkar tak ingin dianggap pecundang. Sepuluh hari kemudian Rapimnas Golkar memutuskan partai itu akan mengusung capres sendiri. Setelah itu, Kalla terlihat semakin hangat ke kubu Megawati. Namun pembicaraan tentang koalisi Demokrat dan Golkar masih terus berlangsung.
Menurut Marzuki Alie, sebenarnya Demokrat masih merasa nyaman berkoalisi dengan Golkar. “Golkar langsung menyodorkan draft tentang kesepakatan duet SBY-JK. Padahal kita belum berbicara wapres. Sebelumnya SBY sudah membuat kriteria cawapres, tolong dihargai juga hal itu,” kata Marzuki.
Sebelum JK menyatakan berkoalisi kembali dengan Demokrat, SBY sudah membuat kriteria cawapres. “Jika kriteria itu dikeluarkan sesudah pernyataan JK mungkin dapat dipersepsikan seolah-olah itu adalah penolakan terhadap dia. Tapi ini kan tidak. Itu dikeluarkan ketika JK masih mencalonkan diri menjadi capres,” kata Marzuki.
Demokrat ingin agar Golkar terlebih dulu mengevaluasi kriteria yang diajukan SBY. “Apakah Golkar akan evaluasi satu atau tujuh nama itu terserah saja. Namun, kami sampaikan supaya kriteria itu lebih dari satu orang. Supaya ada peluang bagi SBY untuk memilih sesuai dengan kriteria yang diajukan. Jangan disodorin satu, jadi tidak ada gunanya kriteria tersebut,” kata dia.
Marzuki mengatakan Golkar terlihat menyeret Demokrat pada masalah internal Golkar. “Kita sampaikan soal cawapres kita hindarkan dululah. Masih ada waktu. Mereka sepertinya ingin membawa kita ke masalah internal mereka. Kami tidak berkenan hal itu dibawa ke Rapimnasus mereka. Untuk diputuskan nantinya JK menjadi cawapres SBY,” kata Marzuki. “Masalah capres dan cawapres itu masih bisa dibicarakan nanti. Kan masih lama waktunya. Tapi, soal koalisi kami sangat setuju.”
Marzuki menolak jika Demokrat dianggap panik ketika Golkar memutuskan tidak meneruskan koalisi. “Jangan bilang panik. Itu hanya untuk menanggapi dan meluruskan seolah-olah Demokrat zalim, semena-mena. Itu informasi yang dimanipulasi. Jadi untuk meluruskan itu saja,” kata dia. “Kalau Golkar mau memutuskan ya putuskan saja. Tapi jangan bilang kami arogan, semena-mena, kita zalim.” N alfred ginting/kamal/kristian ginting

Dikutip sepenuhnya dari Koran Jakarta 26 April 2009

Written by Me

April 27, 2009 at 8:16 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: