Sihiteezra's Weblog

Love the Life You Live&Live the Life You Love

Jalan Keluar untuk Antasari Azhar

with one comment

KPK itu sebetulnya sudah ditangkap Kamis sore (30 April-Red), di Alam Sutera, Serpong, tapi kemudian dilepaskan.

200712101632_antasari-azhar

Mudah-mudahan pemeriksaan terhadap Antasari Zahar yang baru dijadwakan Senin besok atau tiga hari setelah Antasari ditetapkan sebagai tersangka/saksi, hal itu memang berhubungan dengan kondisinya yang dikabarkan mulai terserang flu. Dan bukan dimaksudkan agar Antasari “memikirkan” jalan keluar yang dianggap bisa menguntungkan semua pihak.
Perumahan mewah Giriloka, di kompleks Bumi Serpong Damai, Serpong, Tangerang Jumat lalu mendadak tak bisa dimasuki sembarangan orang. Di pintu gerbang Giriloka 1 tampak dua Brimob bersenjata lengkap dan empat satpam. Lima satpam dan tiga Brimob berjaga-jaga di gerbang Giriloka 2. Mereka akan menyelidik dan bertanya pada setiap orang yang memasuki komplek perumahan itu.
Tak hanya di pintu masuk, anggota Brimob terlihat juga berjaga-jaga di setiap sudut perumahan yang berpagar besi setinggi 1,5 meter. Koran Jakarta yang ketahuan meloncat pagar itu, dibentak oleh seorang petugas. “Tidak boleh masuk ke rumah Pak Antasari. Beliau tidak menerima tamu,” kata seorang satpam.
Benar, rumah Antasari Azhar, Ketua KPK yang dinonaktifkan sejak Jumat malam, memang berada di komplek perumahan itu. Tepatnya di Giriloka 2, Jalan Gunung Bromo, Blok 1A nomor 11. Sejak Kamis malam ketika dikabarkan terlibat dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, yang tewas ditembak 14 Maret 2009, Antasari memang banyak diburu wartawan termasuk dengan mendatangi rumahnya di Giriloka 2. “Saya siap diperiksa polisi karena saya juga penegak hukum,” kata Antasari, Kamis malam, sekitar pukul 22.00 WIB, di depan gerbang Giriloka 2.
Malam itu wajahnya tenang. Sama sekali tak ada raut kepanikan. Antasari juga terlihat sehat. Perubahan mulai terjadi keesokan harinya. Komplek rumahnya dijaga ketat oleh aparat. Tepat di sekitar rumahnya, penjagaan malah terlihat lebih ketat karena terlihat enam lelaki berpakain safari warna gelap. Ke mana Antasari? Seorang pengawal di rumahnya menuturkan, Antasari sedang terkena demam. Masuk angin.
Kamis malam silam, nama Antasari memang beredar di banyak ponsel sejumlah orang di Jakarta. Namanya, santer disebut terlibat dalam pembunuhan Nasrudin. Dugaan keterlibatan dalam kasus pembunuhan itu semakin kuat, setelah malam itu polisi kemudian juga mengungkapkan keterlibatan pejabat tinggi. “Semuanya orang-orang penting,” kata Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI, Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji di Mabes Polri.
Kabar tentang keterlibatan Antasari dalam kasus pembunuhan Nasrudin, berawal dari penangkapan Sigid Haryo Wibisono. Pria ini adalah pengusaha yang menjabat sebagai Komisaris di PT Pers Indonesia Merdeka, penerbit surat kabar Merdeka. Sigid ditangkap polisi pada Rabu malam di Jakarta.
Penangkapan Sigid berdasarkan pengusutan polisi dari para pelaku penembakan yang ditangkap sehari sebelumnya di Pelabuhan Tanjung Priok. Jumlahnya sembilan orang, termasuk dua eksekutor yang oleh polisi hingga kini namanya hanya diinisialkan dengan DR dan KR. DR yang menembak dan KR pengendara motor. Mereka dijanjikan uang oleh seorang pengusaha sebesar 2 miliar rupiah tapi polisi belum memastikan, apakah Sigid adalah pengusaha yang dimaksud.
Sejak penangkapan Sigid itulah, nama Antasari lalu beredar dari pesan pendek (SMS) yang satu ke SMS yang lain di ponsel sejumlah orang di Jakarta. Ketika Kamis malam, polisi menyebutkan penangkapan seorang perwira menengah polisi, yang pernah menjabat sebagai Kapolres di Jakarta Selatan— di Bandung, Jawa Barat, nama Antasari semakin sering disebut.

Sudah Ditangkap 30 April
Puncaknya terjadi pada Jumat malam, ketika Antasari dinyatakan sebagai saksi/tersangka dalam kasus pembunuhan Nasrudin dan Kejaksaan Agung menyatakan pencekalan terhadap Antasari. “Permintaan kepolisian dalam hubungan pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Status Antasari itu tersangka dan saksi untuk tersangka yang lain,” kata Wisnu Subroto, Jaksa Agung Muda Intelijen.

Seorang sumber di Kejaksaan Agung menuturkan, surat perintah pencekalan sebetulnya sudah sampai di meja Wisnu sejak 30 April, atau sehari sebelum Antasari dinyatakan sebagai tersangka dan saksi. Awalnya surat itu diterima oleh Marwan Efendi, sejawat Wisnu, yang menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Pidana Khusus. Karena merasa bukan kewenanangannya, Marwan lantas menyerahkan surat permintaan cekal itu kepada Wisnu.

Tak lalu surat pencekalan itu, langsung diteken oleh Wisnu. Dia berinisiatif menghubungi Jaksa Agung Hendarman Supanji untuk meminta izin dan pertimbangan. Hendarman, kata sumber tadi, lalu merestui pencekalan itu dan Wisnu baru menekennya. “Saya tidak tahu, itu urusan Jamintel,” kata Marwan ketika ditanya soal kebenaran surat cekal untuk Antasari yang sudah sampai di Kejaksaan Agung 30 April.

Dugaan keterlibatan Antasari dalam kasus pembunuhan Nasrudin, sebetulnya sudah diketahui polisi beberapa jam setelah Nasrudin ditembak 14 Maret silam. Polisi yang saat itu menyita sejumlah barang bukti termasuk ponsel Nasrudin, kemudian menyelidiki beberapa nomor yang tercantum di ponsel itu. Salah satunya adalah nomor ponsel Antasari.

Sumber tadi menyebutkan, Antasari antara lain pernah berhubungan melalui ponsel dengan Sigid. Dalam percakapan itu, Sigid disebut-sebut akan meminjakan uang 2 miliar rupiah untuk digunakan sebagai upah eksekutor Nasrudin yang kemudian disanggupi oleh Antasari. “Sigid memang menyanggupi meminjamkan uang ke Antasari tapi tidak sampai untuk tujuan membunuh,” kata sumber lain, yang mewanti-wanti untuk tidak disebutkan namanya.

Boni Hargens, Direktur Pusat Pengkajian Strategi PT Pers Indonesia Merdeka, yang juga teman dekat Sigid, tak bersedia berkomentar banyak. “Aku tak mau bercerita. Ada media yang memelintir keteranganku,” katanya.

Bukti lain adalah SMS yang berisi ancaman dari Antasari kepada Nasrudin. “Urusan di antara kita, kita selesaikan baik-baik saja kalau perlu aku minta maaf, terus tolong jangan di-blow up nanti kalau di-blow up tahu sendiri risikonya,” kata Boyamin Saiman, anggota tim advokasi kasus Nasrudin mengungkapkan, mengutip isi SMS Antasari itu.

Berdasarkan sejumlah bukti itulah polisi lalu menangkap Sigid pada Rabu malam dan esoknya bergerak menangkap Antasari. “Antasari itu sebetulnya sudah ditangkap Kamis sore (30 April-Red), di Alam Sutera, Serpong, tapi dilepas lagi,” kata sumber Koran Jakarta yang mengaku tahu soal penangkapan Antasari pada Kamis sore itu.

Itu sebabnya, kata dia, surat permohonan Antasari lantas dikirimkan oleh Mabes Polri kepada Kejaksaan Agung pada Kamis itu juga. “Ini bukan hanya menyangkut soal asmara seperti yang diberitakan banyak orang. Ini sudah berhubungan dengan politik tingkat tinggi,” kata dia.

Tingkat tinggi yang dimaksudnya termasuk soal pengadaan senjata yang juga melibatkan orang penting, kepentingan orang-orang tertentu dari sejumlah partai politik, dan juga kepentingan politik dari partai-partai tertentu. Ditemui Rangga Prakoso dari Koran Jakarta, Irjen Pol. Abubakar Nataprwira, Humas Mabes Polri belum bisa memastikan asal-usul senjata api yang digunakan para pembunuh Nasrudin. “Itu saya belum bisa komentar, semua masih dalam proses penyidikan,” kata Abubakar, usai salat Jumat, pekan lalu.

Tika bukan Rani
Sejauh ini soal asmara Antasari dengan perempuan, yang lantas mengaitkannya dengan pembunuhan Nasrudin memang menjadi isu besar. Nama perempuan itu yang beredar adalah Rani Juliani, istri ketiga Nasrudin, mahasiswa STMIK Raharja, Tangerang. Padahal di luar tiga istrinya, Nasurdin juga memiliki perempuan simpanan lain bernama Tika. Perempuan itulah yang diketahui Nasrudin memiliki hubungan asmara dengan Antasari

“Karena aku mewakili keluarga, mereka minta aku untuk tak menyebutkan,” kata Boyamin, ketika ditanya istri Nasrudin keberapakah perempuan yang memiliki hubungan khusus dengan Antasari itu.

Namun menurut Boyamin, Nasrudin sebetulnya sudah sejak lama nakal. Di kalangan banyak pejabat dan petinggi PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Nasrudin misalnya dikenal suka memberi upeti “barang hidup” berupa perempuan-perempuan cantik. Upeti-upeti itulah yang di belakang hari lantas diancamkan oleh Nasrudin kepada para petinggi itu agar memberi dia jabatan. “Jadi memang tak menutup kemungkinan kalau Nasrudin ini pun menguras Antasari gitu loh (karena soal perempuan),” kata Boyamin.

Kemungkinan adanya dugaan hubungan gelap Antasari dengan perempuan bernama Tika itu, terungkap dua pekan sebelum Nasrudin ditembak. Saat itu, kata Boyamin, Nasrudin rajin salat. “Khusuk, padahal salat dia biasanya bolong-bolong,” kata Boyamin. Nasrudin ditanya, ada apa, yang lalu dijawabnya, “Ini loh bini gue macam-macam,” kata Boyamin, menirukan ucapan Nasrudin. Nasrudin juga menunjukkan SMS ancaman dari Antasari.

Singkat cerita, Nasrudin memergoki istri simpanannya berselingkuh dengan Antasari. Itu diketahui Nasrudin, ketika dia berkunjung ke rumah Tika. Di rumah itu, Nasrudin membuka album foto, yang di dalamnya ternyata ada foto adegan “mesra” antara Tika dengan Antasari. “Bahasa Jawanya, dia ngonangi (memergoki) peristiwa itu,” kata sumber yang lain.

Adegan itulah yang kemudian dijadikan senjata oleh Nasrudin untuk “memeras” Antasari dan nampaknya mantan jaksa itu kelabakan dengan ancaman Nasrudin. Andaikan hanya masalah perempuan itu, barangkali masalahnya bisa diselesaikan, tapi Nasrudin juga “memeras” Antasari karena persoalan korupsi di RNI yang didiamkan oleh Antasari. Dugaan Nasrudin, kalau didiamkan oleh KPK, berarti kasus korupsi di RNI memang ada apa-apanya.

Mediator agar kasus korupsi RNI diendapkan (oleh KPK), kata Boyamin, tampaknya adalah Sigid. Tujuannya, mungkin untuk mendapatkan uang dari RNI. “Jadi hal ini membahayakan kepentingannya Sigit dan Antasari. Makanya satu-satunya jalan ya ditembak itu,” kata Boyamin.

Korupsi IT KPU
Dalam soal korupsi di RNI yang hendak dibongkar oleh Nasrudin, menurut sumber Koran Jakarta, posisi Antasari sebetulnya terjepit. Antasari bahkan tahu, RNI menjadi penyumbang dana bagi kelompok pengajian yang didirikan seorang pejabat negara. Karena tahu itulah, Antasari sengaja mendiamkan kasus korupsi di RNI karena juga diancam, tapi di sisi lain dia menghadapi ancaman Nasrudin yang akan membongkar hubungan khususnya dengan Tika.

Belakangan Antasari juga menerima laporan tentang dugaan korupsi dalam pengadaan dan penyelenggaraan informasi teknologi (IT) yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum atau KPU untuk pusat tabulasi nasional pemilihan legislatif, di Hotel Borobudur, Jakarta. Seekitar spekan sebelum Antasari ditetapkan sebagai tersangka/saksi pembunuhan Nasrudin, KPK bahkan sudah merapatkan soal dugaan korupsi itu.

“Ini belum penyelidikan. Sekarang dalam tahap mempelajari informasi, termasuk informasi yang muncul di media-media. Nanti dari hasil itu, akan ditetapkan apakah ini dapat dilanjutkan ke tingkat penyelidikan atau tidak,” kata Johan Budi SP, Juru Bicara KPK, saat itu.

Niat Antasari untuk menyelidiki dugaan korupsi IT KPU itulah, yang memicu ketidaksenangan sejumlah pejabat. Apalagi korupsi itu diduga juga berkaitan dengan pencatatan suara hasil Pemilu 2009, 9 April 2009.

Tabulasi nasional pemilu yang penayangannya sempat dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat sejak 10 hingga 20 April lalu, sejauh ini memang menuai banyak kritik dari berbagai pihak. Selain dianggap tidak akurat, tabulasi itu dinilai sangat lambat memutakhirkan proses rekapitulasi suara.

Dalam perhitungan lewat komputer itu misalnya, semula suara Partai Demokrat tampil dengan menuai suara terbanyak. Belakangan ketika dihitung secara manual, suara terbanyak diraih oleh PDIP. Hingga Sabtu sore kemarin, suara PDIP masih bersaing dengan suara Partai Demokrat, pada angka 17 persenan.

Lalu belum lagi dugaan korupsi IT KPU itu diselidiki KPK, para tersangka pembunuh Nasrudin ditangkap oleh polisi Selasa pekan silam. Besoknya Sigid dan Kamis sore giliran Antasari yang ditangkap meskipun dia dilepaskan kembali. Melalui juru bicara Jasman Panjaitan, Kejaksaan Agung lalu mengumumkan status pencekalan terhadap Antasari pada Jumat sore, karena sudah ditetapkan sebagai tersangka/saksi dalam kasus pembunuhan Nasrudin.

Hingga Sabtu kemarin, rumah Antasari tetap dijaga ketat satuan Brimob. Dia dikabarkan sakit. Kalau kemudian pihak kepolisian, baru akan memeriksa Antasari Senin besok (4 Mei 2009) atau tiga hari setelah dia ditetapkan sebagai tersangka/saksi, mudah-mudahan hal itu memang berhubungan dengan kondisi Antasari yang dikabarkan mulai terserang flu. Dan bukan dimaksudkan agar Antasari “memikirkan” jalan keluar yang dianggap bisa menguntungkan semua pihak. Siapa tahu.

N rusdi mathari/agus triyono/ezra sihite/teguh nugroho

Dikutip sepenuhnya dari Koran Jakarta edisi 3 Mei 2009

Written by Me

May 6, 2009 at 1:47 pm

Posted in Uncategorized

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. CINTA BIRAHI ANTASARI

    Antasari Azhar memang fenomenal. Menyala bagai api, melompat dari hati, membakar hangus koruptor lalu jatuh, menghilang menjadi abu. Hancur nama dan karirnya. Dia tersangka aktor intelektual pembunuhan Nasrudin, dengan latar cina segitiga.

    Benarkah pembunuh Nasrudin adalah Antasari??!!

    Lepas dari persoalan pro dan kontra persoalan itu, ini adalah hasrat permasalahan cinta.

    Cinta… selalu menghidangkan suatu madah tersendiri di segala lapisan masyarakat. Cinta selalu menguak rahasia alam dan misteri keabadian. Seperti tertulis dalam kisah Julius Caesar-Cleopatra, Bill Clinton-Monica Lewinski, Yahya Zaini-Maria Eva, Al Amin-Eifel, kini Antasari-Rani, semua berlatar belakang cinta.

    Cinta telah membutakan mata meraka. Bagai setangkai mawar mekar indah, namun disekelilingnya dibangun pagai berduri. Mereka membabat habis pagar itu tanpa membiarkan ia berjalan dalam prosesi cinta.

    Dari semua permasalahan,cinta selalu menampakkan fragment kekakuan, tiap-tiap segi permasalahan cinta membawa derita, memojokkan manusia menuju kehidupan yang serba fana.

    Julius Cesar akhirnya hidup sendiri ditinggal mati Cleopatra, Al-amin dihukum 10 tahun penjara kemudian bercerai dengan kristina. Kini Antasari membunuh Nasrudin dengan latar cinta pula

    Berkaca dari permasalahan itu semua, Mungkin kita harus belajar kembali apa itu cinta??!! seorang pujangga Yunani, Plato pernah berkata, bahwa cinta yang murni adalah cinta yang bebas dari pengaruh nafsu kekelaminan. Ajaran cinta ini dikatakan olehnya cinta para Dewata.

    Pertanyaan besar dalam diri kita. Akankah kita harus kembali mengamalkan yang telah lama punah itu??!!

    sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/

    redaksi

    May 12, 2009 at 3:29 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: