Sihiteezra's Weblog

Love the Life You Live&Live the Life You Love

Pengusaha dengan Gelar Kanjeng Raden Mas Tumenggung

leave a comment »

Setelah Antasari menjadi Ketua KPK, Sigid menggunakannya untuk membuat kasus-kasus bermasalah berlanjut atau berhenti.

sigitharyomerdekanews

Bernama lengkap Kanjeng Raden Mas Temenggung (KRMT) Sigid Haryo Wibisono, pria kelahiran Solo 12 November 1966 ini sejak 10 November 2008 lalu terjun ke bisnis media massa dengan menghidupkan kembali harian Merdeka.

Nama Sigid sebelumnya mencuat ke permukaan setelah masuk dalam kepengurusan DPP PKB di bawah Ketua Umum Dewan Syuro KH Abdurrahman Wahid dan Ketua Umum Dewan Tanfidz Muhaimin Iskandar.
Pada Juli 2007, namanya tercantum sebagai anggota Dewan Syuro DPP PKB. Manakala konflik internal PKB semakin runyam—antara kubu Muhaimin dan puteri Gus Dur, Yanny Wahid—Sigid juga masuk dalam pusaran konflik tersebut. Di mata pengurus PKB, jabatan Sigid yang cepat melesat memunculkan kontroversi.
Kedekatannya dengan Yenny Wahid diduga menjadi salah satu faktor perpecahan internal partai tersebut. Beberapa elite PKB, khususnya yang bergabung dalam kubu Muhaimin menilai Sigid merusak PKB sekaligus mengacaukan hubungan antarpengurus PKB. Apalagi belakangan Wakil Sekjen DPP PKB, Erman Suparman dan Hanif Dakhiri—yang pro-Muhaimin—dipecat. Sigid menjadi sorotan lebih tajam kala Muhaimin dipecat sepihak dari posisi ketua umum DPP PKB.
Pria yang menyabet gelar Sarjana Ekonomi Manajemen dari Universitas Dipenonegoro ini bukan kemarin sore berperan di dunia politik. Ia pernah menjadi penasihat Menteri Sosial Bidang Khusus Kabinet Gotong Royong periode 2002-2004 dan periode 2004-2006. Pada 2005-2007 anak bungsu dari delapan bersaudara itu menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Sosial Ekonomi.
Sebelumnya pada 1997, ayah empat anak ini terpilih sebagai anggota Komisi C (Bidang Keuangan dan Perusahaan Daerah) DPRD Jawa Tengah. Ia mengundurkan diri dari aktivitas legislatif pada 25 Agustus 1998 lantaran pindah domisili ke Jakarta untuk menerima posisi sebagai Asisten Pribadi Menteri Kehakiman.
Tapi pria yang besar di Semarang ini tak selalu terkait sebagai politikus. Namanya dikenal luas pula sebagai pengusaha profesional. Sebagai pebisnis, Sigid dikenal sebagai orang yang pandai bergaul. Kabarnya, berkat Sigid hubungan Prabowo dan Wiranto membaik. Sigid dan Antasari pernah membuat iklan bersama di sebuah stasiun televisi untuk urusan bisnis media massa yang kini digeluti Sigid.
Sehari sebelum Antasari Azhar, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, ditetapkan sebagai dalang pembunuhan Andi Nasrudin Zulkarnaen, 29 April 2009 polisi membekuk sembilan tersangka lain, yakni operator lapangan, eksekutor, dan seorang pengusaha yang diduga mendanai penembakan tersebut. Pengusaha yang dimaksud tak lain ialah Sigid.
Kepada Sigid, konon Antasari pernah menceritakan mesalahnya dengan Nasrudin terkait soal perselingkuhan ketua KPK itu dengan isteri simpanan Nasrudin, bernama Tika. Sebuah versi mengemukakan Antasari hanya berkeluh kesah dan tidak menyuruhnya membunuh. Namun versi dari pihak Sigid menyebutkan, Sigid hanya memberi pinjaman uang dua miliar kepada Antasari. Versi yang lain bilang bahwa Antasari mencari bantuan Sigid yang memunyai kenalan dengan seorang perwira polisi dan lalu menghabisi Direktur PT Putra Rajawali Banjaran itu.
Kedekatan Sigid dengan Antasari bukan saja ketika bergabung sebagai tim sukses pemenangan Antasari sebagai Ketua KPK. Bahkan Sigid dibilang sebagai penyandang dana. Pada pencalonan ketua KPK, Sigid membantu untuk ikut mendongkrak peringkat Antasari dari urutan nomor 9 menjadi lima besar calon ketua. Untuk membulatkan suara dan masuk dalam lima besar calon, suarapartai besar di DPR diperlukan.
Boyamin Saiman, anggota tim advokasi kasus Nasrudin membenarkan hal itu. “Kemudian setelah Antasari menjadi Ketua KPK, Sigid menggunakannya untuk membuat kasus-kasus bermasalah berlanjut atau berhenti, termasuk kasus korupsi PT RNI—yang dibongkar Nasrudin,” kata Boyamin.
Nasrudin yang getol membongkar kasus dugaan korupsi di PT RNI tidak puas dengan kinerja KPK yang menangani kasus itu. Cuma Direktur Keuangan RNI yang menjadi tersangka. Padahal kasus itu dapat menyeret banyak pihak, termasuk para direksinya. Nasrudin berkepentingan dalam pergantian direksi itu. Melalui Sigid, kasus itu berusaha diredam, termasuk tangan besi KPK yang dipimpin Antasari itu.
Dalam menghadapi perseteruannya dengan Nasrudin—terkait cinta segitiga dan urusan bongkar kasus korupsi RNI itu—Antasari mencari bantuan Sigid. Peran Sigid lalu ditengarai sebagai pendonasi pembunuh bayaran yang menghabisi Nasrudin yang jumlahnya mencapai 5 miliar rupiah. Oleh kolega dekatnya, Sigid memang dikenal murah hati menggelontorkan duit bagi sahabatnya yang membutuhkan.

jacques umam/agus triyono/ezra sihite

Dikutip sepenuhnya dari Koran Jakarta edisi 3 Mei 2009

Written by Me

May 6, 2009 at 2:09 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: