Sihiteezra's Weblog

Love the Life You Live&Live the Life You Love

Martha Dianta Silalahi : Dari Film ke Bola

with 5 comments

Sejak Memutuskan Banting Setir Ke Bisnis Olahraga, Perempuan Ini Tak Berhenti Mengejar Mimpi. Karirnya Awal Di Dunia Asuransi, Lalu Beralih Menjadi Agen Pemain Bola Asing Dan Kini Melebarkan Sayap Ke Manajemen Penyelenggaran Olah Raga Dan Hiburan.

n1448083803_30051116_138


Mengurusi banyak kaum lelaki, perempuan ini sering harus tegas meski tetap bersedia mendengar.

Sejak memutuskan banting setir ke bisnis olahraga, perempuan ini tak berhenti mengejar mimpi. Karirnya awal di dunia asuransi, lalu beralih menjadi agen pemain bola asing dan kini melebarkan sayap ke manajemen penyelenggaran olah raga dan hiburan. 

Ketertarikan Martha Dianta Silalahi menjadi agen pemain sepak bola, bermula setelah menonton Jerry Maguire. Film yang diproduksi tahun 1996 itu mengisahkan seorang tokoh yang membongkar kecurangan yang dilakukan manajemen pemain olah raga. Dari cerita di film itu, Martha lalu tertarik menekuni menekuni bisnis agen pemain sepak bola asing. 

Ketertarikan itu mulai diwujudkan, ketika Martha bertemu seorang kawan lama yang memiliki akses pada bisnis olahraga khususnya untuk pemain asing. Maka jadilah sejak tahun 2002, Martha banting setir: dari karyawan sebuah perusahaan asuransi dan karir bidang pemasaran menjadi pebisnis bidang olahraga. Sejak itu pula, Martha sering-sering turun lapangan, bukan untuk bermain bola tapi mengurusi para pemainnya.

Kisah Martha memulai usaha ini bisa dibilang tak mudah. Sebagai agensi baru niscaya bukan perkara gampang mendapatkan kepercayaan. “Aku sempat stres,” kata Martha menggambarkan pengalamannya yang tak jarang mendapat penolakan. 

Awalnya, bahkan kedua orangtuanya pun keberatan dengan pilihan Martha. Namun perempuan ini berhasil meyakinkan bahwa dia bukan sekadar bermimpi dan keinginannya hanya akan berhenti sebagai drama layar lebar. Seorang temannya yang punya koneksi internasional dan seorang pemandu bakat lalu diajaknya bergabung. Martha pun mengasah kemampuan memilih pemain, lewat bacaan, seminar atau pelatihan. 

Hasilnya, dia bukan hanya berhasil mengajak para pesebak bola dari Afrika agar bersedia bermain di klub-klub bola Indonesia, tapi juga menempatkan Martha sebagai satu-satunya perempuan muda agen pemain bola asing. “Peluang bisnis olahraga di Indonesia (sebetulnya) cukup besar khususnya sepak bola,” kata Martha.

Tampar dan Dengarkan 
Sebagai agen, sudah banyak suka duka yang dialami Martha. Kepuasannya antara lain, ketika dia mampu mengkordinasi pemain-pemain bola yang memiliki latar belakang dan karakter yang berbeda-beda. Dukanya banyak. 

Pernah misalnya, Martha berurusan dengan polisi karena pemain asingnya terkena razia ketika sedang berada di tempat hiburan pada bulan puasa. Lalu suatu malam dua pesebak bolanya terlibat baku hantam. 

Gara-garanya sepele, merebutkan perempuan hingga para tetangga di sekitar tempat tinggal mereka merasa terganggu. Martha yang dikabari perihal itu mendatangi keduanya, dan pak.. dia menampar kedua pesebak bola itu. “Kalau mau kerja dengan saya ikut aturan di sini,” kata Martha kepada mereka. 

Martha bercerita sikap semacam itu diperlukan terutama karena dia berada dan berhadapan dengan para maskulin. Selebihnya Martha tetaplah perempuan, yang bersedia mendengar dan memerhatikan pesebak bolanya. Tak jarang dia juga harus menghadapai pesebak bola yang kesengsem kepadanya meskipun semuanya ditolak, karena hatinya tak bertaut pada peseepak bola itu. Adakah Martha pernah tertarik dengan para pemainnya? 

“Tak pernah dan memang harus memperlakukan mereka secara professional,” kata perempuan berdarah Batak ini. 

Perempuan ini menuturkan, jiwa bisnisnya, diturunkan dari sang ibu yang memang memiliki usaha bisnis. Dan sejak remaja Martha sudah diajarkan mandiri, antara lain mulai mengajar les privat bahasa Inggris untuk menambah uang saku. “Kalau cita-cita, aku dulu yah ingin menjadi wanita karir,” kata Martha. 

Kini MGP
Tak lalu karena berlabel bisnis, Martha menangguk keuntungan dari profesinya sebagai agen pemain asing. Dalam setahun, seorang pesepak bola yang dia datangkan ke Indonesia, bahkan bisa dibayar hingga lima ratus juta rupiah. 

Bagaimana cara meyakinkan klub agar menerima para pemainnya? “Saya harus bisa meyakinkan mereka bahwa pemain-pemain agensi saya adalah yang berkualitas jadi harus benar-benar cari yang bagus,” jawab Martha. 

Beberapa pemain yang pernah diboyong Martha ke Indonesia antara lain Christopher Wreh, Alex Tito, Trokon Bernard, Emanuel Dyass dan sebagainya. Martha biasanya mendatangkan mereka dua bulan lebih awal. Ini disebutnya sebagai waktu untuk beradaptasi, baik dengan masyarakat ataupun soal makanan. Agar mereka familiar dengan iklim sepak bola di Indonesia, Martha tak jarang juga mengajak mereka menonton pertandingan-pertandingan bola. 

Lalu setelah dikenal sebagai perempuan agen pesebak bola, Martha juga mulai dikenal
Sebagai pengusaha yang mengadakan banyak acara. Perusahaannya tak melulu hanya Martha Sport Management, tempat dia dulu mengibarkan bendera untuk “menarik” pesepak bola asing, melainkan juga sudah ada Martha Corporation, dan Martha Entertainment. Induk ketiga perusahaan itu adalah Martha Global Persada alias MGP.

Kini sekalipun sedang mengandung anak pertama, Martha tetap sibuk wara-wiri mengurusi proyeknya dan ikut serta menangani usaha manajemen yang dikelolah suaminya. “Tentu saya memprioritaskan waktu bersama suami,” katanya.-ezrasihite-

Semua Itu Pemberian

Martha Tak Menampik Dia Rutin Melakukan Ritual Keyakinan Yang Dia Pegang. “Apa Yang Saya Terima Sekarang Ini Semua Anugrah Dan Pemberian. Bisnis, Suami Dan Anak Yang Saya Kandung Itu Semua Karena Tuhan,” Tambahnya.




Saat menghubungi Martha, terdengar nada sambung lagu rohani dari telepon genggamnya. Apakah Anda orang yang religius? 

Martha tak menampik dia rutin melakukan ritual keyakinan yang dia pegang. “Apa yang saya terima sekarang ini semua anugrah dan pemberian. Bisnis, suami dan anak yang saya kandung itu semua karena Tuhan,” tambahnya.

Martha menghabiskan masa kecilnya di Jakarta dan Tangerang. Menurutnya tak banyak dari masa kecil itu yang istimewa selain prinsip dari kedua orang tuanya, yang sangat mementingkan pendidikan bagi anak-anaknya. Sampai sekarang Martha dengan keluarga besarnya, orang tua , adik dan kakaknya kerap berkumpul di rumah orang tua mereka. 

Saat jenuh dari pekerjaan, Martha biasanya mengambil waktu beberapa hari untuk istirahat, nonton atau sekadar bermain games di komputer. Untuk olahraga, dia menyempatkan diri melakukan fitness dan yoga. Sepak bola? “Suka nonton tapi nggak maniak juga,” jelasnya.

Di sela-sela kesibukannya, Martha juga menyempatkan diri untuk sekadar mendengarkan musik jazz dan musik klasik seperti simponi-simponi Mozart. Untuk bacaan, dia memilih buku-buku biografi orang-orang yang dianggapnya berhasil seperti Donald Trump dan Oprah Winfrey. Tak ketinggalan, novel-novel penulis Spanyol Paulo Coelho menjadi konsumsinya. 

Sebagai perempuan dengan profesi yang di Indonesia dianggap langka, Martha mencoba menggambarkan bagaimana perempuan Indonesia masa kini. “Perempuan Indonesia itu sangat berkembang baik dari cara berpikir dan bersikap, mereka tak kalah bersaing dengan pria di dunia karir,” tutupnya.

Dikutip dari Koran Jakarta 10 Mei 2009

Written by Me

May 23, 2009 at 11:01 am

Posted in Uncategorized

5 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. nais blog. thanks ya…

    tri

    May 27, 2009 at 8:04 am

  2. gimana caranya nih klo mo konsul sama bu martha dianta silalahi???
    ada banyak yang saya ingin tanyakan kepada beliau…
    trim’s

    angga

    May 31, 2009 at 12:58 am

    • coba by facebook aja kirim message,biasnya dia jawab ko, saya nggak share nomornya karena belum izin dicoba by facebook yah.

      sihiteezra

      June 3, 2009 at 1:53 pm

  3. wow.. gimana caranya tuh jadi management agent😛

    regards,
    http://www.arenabetting.com
    Kami satu-satunya agent bola yang dipercaya dengan reputasi tinggi.
    Pencarian Anda Berakhir Disini.Join http://www.arenabetting.com! 100% Terpercaya

    arenabetting

    September 21, 2009 at 4:34 pm

  4. Mau tanya nich alamat fbnya bu martha silalahi apa ya?
    Aku mau konsultasi masalah sepak bola sama bu martha…
    Thanks
    Mamad

    Mamad

    April 28, 2010 at 4:17 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: