Sihiteezra's Weblog

Love the Life You Live&Live the Life You Love

Zara Zettira ZR : Berbagi Cerita Hidup

leave a comment »

Impiannya Membangun Panti Asuhan Di Ubud Bali, Lengkap Dengan Sawah Dan Tempat Berusaha Bagi Anak-Anak Panti.

Lama tak terdengar kabarnya, penulis Zara Zettira diam-diam kembali akan menerbitkan novelnya. Novelis yang kini menetap di Kanada itu, menggambarkan kisah hidupnya di sana. 

n1066818069_316129_4801
Zara memang sempat hilang dari peredaran. Selama kurang lebih 10 tahun, tak sekali pun terdengar Zara menerbitkan karya-karyanya. Lalu tahun ini, mantan gadis sampul ini datang ke Indonesia membawa kejutan: novel terbaru berjudul Cerita dalam Keheningan. Novel itu tebalnya 1.000 halaman, ditulis dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.

Perempuan berusia 39 tahun ini bercerita, novel itu berkisah tentang dirinya, pengalaman hidupnya. “Itu sebetulnya dari catatan harianku,” kata dia tersenyum. 

Ada cerita ketika dia menghadapi keheningan di Kanada, tempat tinggalnya dalam 10 tahun terakhir, cerita tentang Zara yang dirawat di rumah sakit dan sebagainya. Tak ada tenggat, tak ada kejar tayang ketika Zara menulis novel itu. Semuanya dia kerjakan dengan sepenuh hati. 

Perjalanan hidup Zara sebagai penulis memang cukup berliku. Di usia 12 tahun, Zara misalnya pernah memenangkan lomba penulisan cerpen di sebuah majalah remaja. Cuma karena pemalu, mantan None Jakarta Pusat 1989 itu tak percaya diri dengan bakat menulisnya. Memiliki skor IQ 159, Zara lantas menuangkan semua yang dia rasakan dan yang dia lihat dan didengarnya ke dalam tulisan. 

Tentang lomba menulis itu, Zara bercerita, sebetulnya tak lepas dari peran psikolog. Suatu hari, karena sifat pemalu Zara itu, orang tuanya membawa dia berkonsultasi ke psikolog. Sarannya, Zara dianjurkan mengikuti lomba-lomba termasuk lomba menulis itu. Sejak itulah Zara kemudian mulai ikut lomba-lomba, termasuk lomba penulisan itu dan belakangan lomba None Jakarta. 

“Setelah ketemu mas Bens Leo, mbak Dewi Dewo dan Ibu Pia Alisyahbana, aku mantap jadi penulis, yes I can be a writer and lived by writing,” kata ibu dua anak ini.

Namun bagi Zara, menjadi penulis adalah pilihan untuk berbagi. Pembaca buku-bukunya seolah terlibat di dalamnya, menjadi tokoh cerita, atau minimal jalan ceritanya dianggap mirip dengan pengalaman hidup mereka. Kata dia, problem hidup manusia itu pada dasarnya sama, dan karena itu sebagai penulis, Zara lalu mencoba untuk berbagi.

Tahun lalu Zara merampungkan lima buku. Dan tahun ini dianggapnya sebagai tahun kembalinya dia ke dunia tulis menulis. Lalu Cerita dalam Keheningan itu diluncurkannya di Jakarta. “Aku tak pernah menargetkan novelku akan menjadi bestseller, menulis yah menulis saja, bahkan tak harus diterbitkan,” katanya.

Tapi Zara menyadari keberuntungan dirinya sebagai penulis. Suaminya yang orang Hongaria yang tak mengharuskan dia bekerja, malah memberi peluang waktu kepada Zara menuangkan ide dan gagasan menjadi sebuah buku. “Memang sejak dulu aku ingin, kalau berkeluarga yah mengurus anak saja, itu juga yang menjadi alasanku memilih profesi penulis,” kata Zara.

Balihomesvillas 
Benar, Zsolt Zsmemba, suami Zara memang memberi keleluasaan meski itu bukan menjadi penyebab bagi Zara ikut pindah ke Kanada. Pindah ke Kanada justru datang dari Zara. Pertimbangannya, dia tak tega melihat mertuanya yang harus terbang selama 30 jam dari Kanada ke Indonesia, hanya sekadar untuk melihat cucunya. Keputusan pindah ke Kanada semakin bulat, karena Zsmemba suaminya menjadi tulang punggung keluarga. Maka sejak 10 tahun lalu, jadilah perempuan lulusan Fakultas Psikologi UI itu hijrah ke Toronto.

Ada cerita lucu tentang perkenalan Zara dengan Zsmemba, suaminya itu. Keduanya memiliki inisial nama yang sama ZZ. Gara-gara inisial itu, Zara dan Zsmembe kali pertama berkenalan. Bukan di dunia nyata melainkan di dunia maya, internet. “Kami sama-sama bertemu di situs penyuka anjing, kalau chat kami suka berantem karena pakai ZZ juga, aku kira dia iseng menyamar jadi aku,” kata Zara. Senyumnya renyah, matanya menerawang.
Dari saling berbagi di internet, pertemanan mereka berlanjut ke pertemuan. Lalu menikah dan Zara ya itu tadi kemudian memutuskan tinggal di Kanada. Zara bercerita, di Toronto itu, rumah mereka terletak di perbukitan. Sebuah down city. Sebuah kawasan yang dia anggap tepat untuk membesarkan anak-anaknya dibandingkan kota seperti Jakarta . 
Perempuan penggemar karya-karya klasik seperti Babad Tanah Jawi dan sebagainya itu, kini sedang mempertimbangkan untuk membangun panti asuhan di Bali, daerah yang selama ini selalu menjadi tempat kepulangan keluarganya ke Tanah Air. Di Bali, Zara memang punya tempat tinggal, sebuah vila bernama Balihomesvillas. Ke vila itulah, rutin setiap tahun, keluarganya dari Kanada selalu berlibur. 

Bagi Zara, bukan hanya Bali itu yang menarik, tapi vilanya juga punya sejarah bagi keluarganya. Bermula ketika bom bali 2005, temannya yang membuka usaha di Bali bangkrut dan memerlukan dana. Tanah dan aset mereka dijual. “Aku membelinya dengan niat membantu, orang-orang bilang aku wong edan, Bali habis down karena bom malah investasi di sana,” kata Zara.

Sekarang vila yang awalnya cuma satu itu, bertambah menjadi tiga. Zara juga mengajak temannya di Kanada untuk berinvestasi di Bali. Vila itu disewakan. “Mereka senang karena tahun lalu ketika pasar modal anjlok, investasi mereka di Bali aman. Mereka berterima kasih,” katanya.

Hasil dari penyewaan vila itu, lalu akan digunakan Zara membeli tanah di Ubud. Di tanah itulah, panti asuhan impian Zara kelak akan dibangun. Konsepnya panti asuhan yang self content, mandiri membiayai hidup dan bukan mengandalkan balas kasih donatur.

Di sana Zara membayangkan, akan ada sawah, ladang, toko cendera mata, kafe dan tempat menginap yang bisa disewa. Dengan demikian, anak-anak panti bisa sekalian mengambil bagian dalam usaha-usaha itu untuk penghidupan mereka. N ezra sihite

Dikutip sepenuhnya dari Koran Jakarta 28 Juni 2009

Written by Me

June 29, 2009 at 1:20 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: