Sihiteezra's Weblog

Love the Life You Live&Live the Life You Love

Seperti Perempuan Hamil Saja

leave a comment »

Sri Woro Harijono

Jangan percaya isu bencana dan informasi iklim kalau bukan dari BMKG.

Di masa-masa rawan bencana alam yang erat kaitannya dengan cuaca dan iklim, BMKG tentu menjadi salah satu referensi penting sebagai penyampai informasi. Oleh karenanya, lembaga tersebut selalu berupaya meningkatkan performa dan keakuratan data hasil olahannya, begitu kata Sri Woro Harijono, perempuan pertama yang menjabat sebagai kepala instansi itu. Memang, sejak dipimpinnya, lembaga ini terlihat makin aktif. Bagi perempuan itu, deg-degan ala kepala BMKG itu soal keakuratan data yang harus disampaikan ke masyarakat. Ada bencana, tak cukup hanya kasihan, itu tanggung jawab.



Sejak tahun 2005, Sri Woro dipercayakan presiden menjadi kepala BMG yang kini berubah nama menjadi Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofiska ( BMKG ). Dari sepuluh kepala yang sudah pernah menjabat, Sri Woro adalah perempuan pertama yang menjadi pentolan institusi negara yang mengurusi soal iklim itu. Lalu bagaimana rasanya menjadi kepala perempuan pertama?
“ Yah itu semua adalah proses, kayak perempuan hamil saja, bekerja yang awalnya staf, direktur, deputi hingga jadi kepala,”katanya. Kalau menjalani iklhas dan semangat, kata bu Woro akan lahir penghargaan itu.

Lantas apa saja kemajuan yang dicapai BMKG sejak dipimpin Sri Woro? Tak sedikit memang. Antara lain adanya penambahan stasiun pemantau cuaca otomatis yang dulu tak lebih daei 20 kini sudah berjumlah 33. Stasiun pemantau otomatis itu tersebar di wilayah Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Aceh, Jawa Timur dan Bali. Sementera untuk stasiun pemantau hujan sekarang berjumlah 18. Selain itu di bawah Sri Woro, kini Undang-Undang soal Meteorologi dan Geofisika juga ada, di dalamnya diatur peranan, wewenang berbagai institusi yang berkaitan dengan iklim, termasuk BMKG peran masyarakat di dalamnya.

Kini BMKG juga makin eksis dalam berbagai kegiatan dan wadah internasional soal-soal cuaca dan iklim. Lembaga ini menjadi anggota eksekutif organisasi meteorologi dunia ( WMO ) itu.. Selain itu BMKG kini bekerjasama dengan beberapa lembaga meteorologi dari negara Prancis, Jepang dan Jerman serta sedang menjajaki kerjasama dengan BMG Belanda dan India. Mei tahun ini, BMKG mendapat penghargaan dari Jerman yaitu Roland Gutsch Project Management Award 2009 di Berlin. Ya, Indonesia memang menjalin kerjasama dengan negera tersebut dalam hal sistem pendeteksi tsunami dan penanggulangannya. Selama kerjasama itu, BMKG dianggap cukup konsisten dalam menerapkan, kemudian diberikanlah penghargaan tersebut.

Tak hanya soal-soal makin majunya kerjasama dalam bidang sistem klimatologi dan kegiatan penanggulangan bencana alam, pemerintah Indonesia pun memberikan penghargaan bagi BMKG yang dianggap sebagai instansi yang mencapai standar tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan keuangan setelah diaudit oleh BPK. Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi sertififikat untuk prestasi ini tahun kemarin. Lalu, tanggal 16 Agustus tahun ini, presiden juga memberikan anugerah bintang jasa utama bagi sang kepala BMG perempuan itu karena dianggap cukup berhasil membawa kemajuan di instansi itu Soal fisik yang lain, menyangkut pembangunan gedung operasional utama BMKG yang sekarang sedang dalam konstruksi, dan akan didesain sebagai salah satu gedung pencakar langit paling menonjol di kawasan Kemayoran.

Itu sederet kemajuan yang ada di BMKG selama kurang lebih empat tahun ini. Saat ditanya suka duka membawahi bidang yang harus memantau cuaca, iklim dan potensi bencana itu selama 24 jam, “ Ah, kalau suka duka itu kalau udah lewat kan udah lupa, “ kata Sri Woro tertawa. Perempuan ini memang tak jarang menghabiskan waktu hingga malam bahkan sampai pagi di kantor. Itu kata beberapa stafnya. Apalagi saat terjadi bencana seperti gempa di Padang, 30 September lalu. “ Itu tuntutan pekerjaan dan apalagi ada bencana kita mau jangan sampai salah memberi informasi dan pak Presiden pasti sudah akan meminta laporan lengkapnya besok pagi,” jelas ibu dua anak ini.

Saat gempa di Padang bersama rombongan pemerintah, Sri Woro juga mengunjungi wilayah tersebut. “ Yah kasihan,” itu dua kata yang pertama kali terucap darinya soal pengalaman mengunjungi Sumatera Barat itu. Kepala BMG ini mengaku mungkin selama ini pemerintah termasuk BMKG sendiri terlalu fokus mengurusi potensi tsunami sehingga tak terlalu menaruh perhatian besar tentang akan adanya gempa. Itu bencana yang terjadi dalam waktu sebentar tetapi juga sangat menghancurkan, kata Sri Woro. “ Yang harus diperhatikan tentunya juga masalah bangunan, karena kejadian seperti ini pasti ada yang tertimpa jadi sekarang bagaimana membuat bangunan yang tahan gempa tapi ringan kemudian teknik-teknik mengangkat reruntuhan bangunan yang menimpa korban,” tambah perempuan yang Jumat sore itu habis menerima tamu dari Jepang.

Lalu memang soal gempa itu tak bisa diprediksi sebelum terjadinya. “ Belum ada teknologi di manapun yang bisa memprediksi gempa, saat bergetar saja belum bisa diprediksi besarnya berapa,” katanya. Jadi kalau gempa terjadi, yang harus dilakukan adalah bagaimana soal evakuasi dan penanganan, itu semua bukan lagi urusan BMKG. Selain soal informasi bencana itu, badan ini juga memberi informasi seputar prakiraan musim hujan dan kemarau tiga bulanan, prakiraan curah hujan dan potensi banjir, penyediaan potensi agroklimat, penyediaan peta iklim, informasi konsentrasi gas rumah kaca dan lainnya.

Berkaitan dengan bencana ini, posisi Indonesia memang diakui Sri Woro sebagai posisi rawan bencana. “ Lihat deh letaknya kan ada di patahan-patahan dan itu bergerak perlahan-lahan, dan Indonesia berada di sana, rawan bencana karena memang energi yang sudah terakumulasi, memang akan rawan sebagaimana anggapan para geologis” kata perempuan itu sambil menunjukkan letak Indonesia dalam peta lempengan multimedia di ruang kantornya di kawasan Kemayoran.

Bencana alam memang tak bisa dicegah, apalagi karena proses alam seperti halnya letak wilayah di patahan tersebut. Tapi kalau soal gempa dan tsunami ada baiknya berkaca kepada negara tetangga yang mungkin bisa jadi contoh dalam menghadapi krisis bencana. Salah satunya Jepang. Di negeri matahari terbit tersebut, mulai dari murid-murid Sekolah Dasar diajarkan paling tidak pengetahuan dasar soal gempa dan tsunami, tentunya juga cara menyelamatkan diri dan evakuasi jika dua bencana itu terjadi. Taruhlah yang paling sederhana, semasa ada getaran, berlindung di bawah meja dengan memegang kaki meja dan boleh berpindah keluar saat getaran gempa berada pada jeda berhenti. Dengan pendidikan semacam itu, maka masyarakat disiapkan untuk tak panik dan tahu kapan saatnya menyelamatkan diri dan orang lain.

“ Teknologi dan sistem yang dipergunakan BMKG tak kalah dari negara lain, sudah cukup hanya perlu dipelihara selain itu kerjasama dengan yang lain juga sangat lancar,”kata perempuan ini lagi. Badan ini memang tak bisa berdiri dan bekerja sendiri. Tugasnya sebagai penganalisis data dan menyampaikan informasi. Hal-hal yang didapatkan itu lalu akan disampaikan ke presiden, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, pemerintah provinsi dan daerah, media dan berbagai institusi keikliman. Sri Woro meyakinkan bahwa tak usah ragu, data BMKG itu akurat. “ Kalau ada sms atau info tentang bencana dan macam-macam bukan dari BMKG, tolong jangan percaya,” tambahnya. Ya termasuk ramalan-ramalan yang kini marak tentang bencana oleh para cenayang populer di media televisi, tak disarankan Sri Woro untuk didengarkan.

Semangat, Komitmen dan Konsistensi

“ Ibarat kata orang China, saya ini sudah menghasilkan rebung,” kata perempuan berdarah Jawa Tengah yang hobi membaca itu. Ya, Sri Woro menyebut itu ketika dia menceritakan soal kedua putranya yang sudah dewasa, menikah, mandiri dengan keluarganya masing-masing. Keduanya berprofesi sama, dokter. Bagi Sri Woro, yang harus ditanamkan pada anak-anak adalah rasa tanggung jawab. “ Yah anak nakal-nakal sedikit tak apa asal dia tahu tanggungjawabnya apa, kalau pulang malam, harus bisa bangun pagi tanpa dibangunin,” tambahnya sambil tertawa.

Jumat ( 9/9/2009 ) sore itu, perempuan ini mengenakan setelan bermotif wajik kecil hitam putih dengan celana hitam dan warna yang sama. Di beberapa kesempatan, perempuan tersebut memang kerap tampil dengan setelan hitam. Ini warna kesukaannya? “ Bukan, tapi warna netral pilihan aman kalau ke mana-mana, masak mau ketemu menteri atau presiden tiba-tiba saya pakai merah atau hijau,” dia tertawa lagi. Nenek dua cucu itu mengaku memang sedari kecil sudah gemar memperhatikan penampilan. Tak pernah perhiasan baik anting, gelang atau berbagai aksesori lekang dari penampilannya. Itu memang terbukti, penampilan Sri Woro selalu terlihat match soal busana dan aksesori itu, seperti busana yang dikenakannya ketika beberapa kali harus ke gedung parlemen membahas UU Meteorologi tahun lalu.

Lalu soal perempuan Indonesia, dia menganggap bahwa di negeri ini para perempuan sangat diberikan kesempatan untuk maju, itu yang dia lihat di perkotaan. Sri Woro memberi contoh tak sedikit perempuan yang ikut dalam bidang penelitian penting juga dalam birokrasi, karirnya mantap. Menurutnya perempuan modern itu bisa ditunjukkan dengan dua hal dan tergantung si perempuan yangmemilihnya. Dua hal ini sendiri diturunkan sang bunda yang menjadi perempuan favorit kepala BMKG tersebut. “ Ibu saya bilang jadi perempuan modern dengan cara berpakaian bebas dan seronok, atau perempuan berilmu tapi tetap santun dan anggun, dan saya memilih jadi yang kedua,”katanya.
Dalam karir, perempuan ini tak diragukan lagi, dia sudah menapaki jenjang yang termasuk posisi istimewa itu. Lalu apa kiat-kiatnya bagi para perempuan dalam hal kepemimpinan? “ Yang penting semangat, komitmen dan konsisten, itu paling penting agar pekerjaan total dan bisa menunjukkan contoh bagi para staf,” katanya. Menurut dia, saat bekerja pasti ada rasa lelah dan jenuh tapi yang harus disadari bahwa memang pekerjaan itu akan terus ada. Saat capek, biasanya yang selalu diingat perempuan tersebut, katanya beberapa ayat tentang bekerja di kitab suci. Coba deh pasti semangat lagi, katanya.

Written by Me

November 28, 2009 at 2:17 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: