Sihiteezra's Weblog

Love the Life You Live&Live the Life You Love

Wawancara Anwar Ibrahim

leave a comment »

Mantan Deputi PM Malaysia ini berbicara soal demokrasi, penyebutan nama Allah dan pembakaran gereja di Malaysia.

Minggu pekan lalu, mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim menjadi pembicara kunci dalam konferensi World Movement for Democracy yang diadakan di Hotel Shangrila, Jakarta.

Dalam pidatonya, Anwar memuji demokrasi di Indonesia, yang katanya merupakan faktor utama kemajuan. Menurut dia, di Malaysia pun memiliki Freedom of Speech (kebebasan bicara), “But not after that,’’ katanya, menyindir pemerintahan di negaranya yang cenderung masih represif.

Anwar sendiri merupakan korban rejim di Malaysia. Pada 1998 dia dipecat dari semua jabatan yang diemban, termasuk di partai politik UMNO. Ia lalu dipenjara selama empat tahun dengan tuduhan melakukan tindakan korupsi dan sodomi, sesuatu yang pada akhirnya tak terbuktikan di pengadilan. Di sela-sela konferensi Anwar berkenan menerima wartawan Koran Jakarta, Adiyanto dan Ezra Sihite, untuk sebuah wawancara khusus. Berikut petikannya:

Bagaimana Anda melihat iklim demokrasi di Malaysia saat ini?

Ya, Malaysia tak boleh dianggap sebagai negara demokrasi. Negara demokrasi itu harus punya institusi atau lembaga penunjang yang itu jelas dan bebas. Umpamanya election commission (Komisi Pemilihan Umum/KPU), komisi antikorupsi, badan kehakiman, dan yang lebih penting media yang bebas. Di Malaysia tidak ada satu media bebas. Yang ada media-media partai, ataupun yang lain sudah dipunyai pemerintah, ataupun kroni pemerintah. Dan ini seperti Orde Baru dulu di Indonesia.

Jadi kalau begitu demokrasi di Malaysia itu masih cacat?

Saya tidak terima ini. Seperti ada istilahnya shame democracy. Bagi saya tidak ada demokrasi di Malaysia! Kalau Indonesia tentu jauh lebih baik walaupun orang-orang Malaysia ini sukar mau mengakui. Arogan sekali pimpinannya yang selalu menganggap bahwa Indonesia tak lebih maju. Indonesia itu dipandang cuma TKI semua. Anggapan itu harus diubah.

Itu yang menyebabkan Anda selama ini selalu mengkritik kebijakan di Malaysia?

Ya, karena secara beberapa prinsip pun jelas, bila kita merdeka kita mesti tegakkan hukum, buat negara hukum, merdeka itu menjanjikan kebebasan untuk rakyat. Bung Karno bilang jembatan emas ya. Tapi kenyataan di Malaysia bertentangan. Kebebasan hak asasi tidak ada.

Saya enggak mau kompromi soal itu. Kebijakan ekonomi misalnya. Iya saya ini pernah jadi menteri keuangan, mengatur ekonomi, mau investasi tapi saya keras soal perumahan rakyat, soal kemiskinan, soal pemerataan ekonomi.. Jadi kalau orang samakan saya, pandangan saya ini dengan market ekonomi saya tidak setuju. Saya dukung beberapa prinsip market ekonomi tetapi saya tetap tidak mau suatu sistem kapitalis yang ideal untuk mereka … Jadi kalau bila saya lihat Malaysia, menjurus ke arah itu, saya kritik.

Di negeri Anda, sebagian orang menilai ada antek asing karena mau berdialog dengan Barat?

, mereka coba gunakan isu ini dan menuduh saya ini antinasional sebab dukung Indonesia. Mereka juga bilang saya ini antinasional sebab saya agen Yahudi, kemudian terakhir saya disebut agen China. Nah itu polemik orang nanar atau orang yang baru siuman. Karena mereka berpikiran rakyat itu bodoh. Saya tekankan ini berulang kali, kalau kita punya pegangan dan yakin, kita tidak bimbang. Tuhan beri saya rasa percaya diri (hadapi Barat). Saya tahu saya punya harga diri, saya tidak akan jual diri saya, saya tidak akan menjual negeri saya. Saya yakin Islam membolehkan kita berdebat atau berbicara dengan siapa saja.

Tampaknya Anda yang paling diserang?

Ya (Anwar tersenyum)

Tidak capek menghadapi tudingan ini?

Ya capek juga. Tapi Alhamdulillah saya ada Azizah (istri Anwar, Wan Azizah Ismail). Ada anak-anak. Walaupun agak tertekan … tapi dia kuat. Nah sekarang di Serawak bantu campaign.

Sekarang Anda jadi pemimpin partai keadilan?

Ya. Dan juga koalisi rakyat.

Apa yang konkrit yang akan dilakukan oleh partai Anda yang bisa berkontribusi untuk Malaysia?

Pertama kita membawa persatuan, walaupun mayoritas kita muslim dan kita Melayu, tapi kita bawa satu imej muslim melayu tapi yang cukup liberal untuk menggarap seluruh kekuatan. Saya ini muslim dan Melayu tapi jangan dilihat dari kemasannya. Saya harus dilihat sebagai saya.

Jadi kita sama ingin menunjukkan kita berjiwa besar. Kita punya etnis China, India, dayak, … sebagai anggota keluarga. Itu sangat penting di Malaysia untuk menjadi negara bangsa. Kalau tidak sudah 55 tahun negara ini merdeka masih saja negara ini negara melayu, ketuanan Melayu, ini slogan Partai AMNO. Tapi yang tuan melayu bukan melayu kebanyakan, melayu keluarga mereka. Sebab itu yang terkaya di Malaysia itu Melayu siapa? pejabat. Politik kok digunakan begitu untuk memperkaya bumiputra padahal kita terdiri dari beragam etnis.

Dengan kata lain masih diskriminatif?

Ya. Dia (pemimpin) cakap (bica ra) soal Islam, orang lain menggunakan kata Allah tidak boleh, itu monopoli mereka. Itu bagi saya sudah bodoh. Kalau dipertahankan dari segi menteri agama yes welcome, tapi dari segi Islam tidak boleh kita pertahankan itu. Al Quran mengizinkan orang nonmuslim, Kristen, Yahudi gu nakan Allah. Ini kamu siapa ada hak monopoli itu?

Ya, ketegangan antar agama di Malaysia meningkat setelah pengadilan memutuskan bahwa non muslim dilarang menggunakan kata “Allah”…

Sejumlah kelompok tertentu merasa berkepentingan untuk meningkatkan ketegangan ini karena melayani motif mereka, tapi menurut saya, hal itu bukannya mengakibatkan kerusakan besar hubungan antara umat Islam dan Kristen.

Masyarakat Kristen menanggapi serangan pembakaran (gereja) dengan sangat positif dan memberikan penilaiannya, dan banyak umat Islam yang mendukung umat Kristen, misalnya membentuk komite pengawasan lingkungan guna melindungi gereja-gereja. Saya pikir, orang-orang pada umumnya tidak terpengaruh pada putusan pengadilan dan waspada mengenai kemungkinan manipulasi yang dilancarkan oleh “kekuasaan yang lebih tinggi”, yang selalu menolak opini populer, yang mana inilah alasan sebenarnya terciptanya krisis buatan ini. Saya dengan senang hati mengatakan, masyarakat yang lebih luas tidak mudah ditipu.

Usia Anda sudah 63 tahun ya sekarang?
Oh belum. Jangan gitu dong..(Anwar tertawa)

Masih berambisi jadi Perdana Menteri?
Saya pernah enam tahun dalam kurungan. Lama itu. Hidup ini bukan semata urusan kekuasaan. Hidup ini masih membawa idealisme nasionalisme, tanpa harus berkuasa.

Anda masih mengajar di universitas di Amerika?
Karena kesibukan, sekarang tidak setiap hari saya mengajar.

Siapa tokoh pergerakan di Indonesia yang Anda kagumi?

Indonesia bukan sekadar negara tetangga, tetapi negara tempat saya banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman Saya suka Soejatmoko, saya baca semua tulisannya, baik yang bahasa Indonesia maupun Inggris. Saya juga sangat mengagumi Muhammad Natsir. Natsir itu pemimpin Islam yang cukup inklusif, soal kesederhanaannya itu menarik perhatian saya.

Kalau Bung Karno, Anda mengutip kata-katanya tadi?

Ya Bung Karno, bagi saya kekuatannya, kharismanya, dan dia itu tokoh pemersatu Indonesia. Tapi saya tidak mau perdebatkan policy-nya. Banyak tokoh-tokoh hebat di Indonesia. Itu yang harus ditiru pemimpin sekarang. Mereka harus pintar dan banyak belajar.

Bagaimana kabar sakit punggung Anda?

Ya, bekas dioperasi itu masih sakit.

Itu bekas dipukul polisi Malaysia sewaktu di penjara?

Ya,. ketua polisi. Dia akui dan dia mohon maaf di mahakamah (pengadilan). Saya maafkan juga. Jangan buat lagi. Sebab tidak selamanya orang selalu jahat, termasuk polisi itu.

Dikutip sepenuhnya dari Koran Jakarta edisi Minggu 18 April 2010

Written by Me

April 29, 2010 at 6:11 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: