Sihiteezra's Weblog

Love the Life You Live&Live the Life You Love

Perempuan Itu Harus Percaya Diri

leave a comment »

Perempuan yang menjadi anggota DPR harus menyuarakan hak perempuan.

Pengagum Hillary Clinton ini menuturkan, dirinya bangga menjadi bagian dari perempuan Indonesia. Di Indonesia, kata dia, para perempuan semakin lama semakin diberi ruang yang luas. Saat ini saja, kata dia, sudah ada sekitar 18 persen perempuan yang duduk di kursi legislatif dan sekitar 23 persen duduk sebagai anggota DPD.

Bahwa Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak saat ini dijabat Linda Agum Gumelar, mungkin sudah banyak orang tahu. Namun kalau nama kementerian itu berganti nama menjadi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak barangkali hanya sedikit orang yang tahu. Itu sebetulnya bukan nama baru benar, karena embel-embel “perlindungan anak” sudah menjadi bagian di kementerian sejak awal. Cuma karena diurus oleh sebuah deputi dan dirasa kurang fokus, perlindungan terhadap anak kemudian dilekatkan pada nama kementerian.

“Kepedulian terhadap anak, sekarang mendapat porsi lebih besar,” kata Linda, Bu Menteri yang baru itu.

Pertimbangan lain perubahan nama itu, kata Linda, karena sekitar 70 persen penduduk Indonesia adalah perempuan dan anak-anak, selain karena sudah ada Undang-Undang Perlindungan Anak dan ratifikasi konvensi soal anak di PBB. Dengan nama baru itu, maka lembaga yang dipimpin Linda bukan saja fokus memperhatikan hak-hak anak melainkan juga akan menyusun kebijakan, advokasi, pemantauan dan evaluasi.

“Agar para orang tua sadar tidak sekadar punya anak, tapi mereka harus juga mengurus dan memberikan hak-hak anak,” kata Linda.

Hak-hak itu, mulai dari hak anak untuk bermain, mendapatkan pendidikan, kesehatan, mempelajari agama, dan sebagainya seperti yang terangkum dalam UU Perlindungan Anak. Itu penting kata Linda, karena masih banyak ditemui anak-anak yang bekerja.

Mereka misalnya, diberangkatkan menjadi TKI dengan usia yang dimanipulasi. Sebagian dari mereka terenggut dari masa kecil mereka dan bekerja menjadi buruh di jermal-jermal di lepas pantai, sebagian yang lain diperdagangkan ke luar negeri, menjadi pekerja seks komersial dan sebagainya. “ Para orang tua, penegak hukum dan masyarakat harus diberikan wawasan soal perdagangan anak agar kejadian itu tidak terus terulang,” kata istri Agum Gumelar ini.

Soal trafficking itu, kata Linda, kementeriannya akan melakukan penguatan terutama di kantong-kantong TKI, memberikan advokasi dan menjaring kerja sama dengan jejaring perlindungan TKI. Bu Menteri menjelaskan, yang paling bermasalah dalam soal pengiriman TKI terutama perempuan adalah soal penempatan dan setelah penempatan TKI di luar negeri. Persoalannya satu: dalam banyak kasus pengiriman TKI tidak menjamin para TKI memiliki keahlian memadai termasuk pengetahuan tentang hak dan kewajiban sebagai tenaga kerja.

Dengan perhatian yang lebih besar dan terarah antara lain dari kementerian yang dipimpinnya, Linda berharap kasus-kasus penyiksaan TKI di luar negeri akan semakin berkurang. Para TKI itu kelak akan diberi pengertian dan pengetahuan soal hak dan kewajiban mereka, agar mereka lebih siap menjadi tenaga kerja. Juga pengetahuan, bagaimana mereka bisa memanfaatkan hasil kerja mereka di kampung halaman.

“Di dalam negeri harus disaring dan dibekali pengetahuan lengkap. Kalau untuk kepulangan mereka, kami akan menempatkan tim di Terminal IV bandara Soekarno-Hatta untuk membantu mereka,” kata Linda.

Kanker Payudara
Linda bercerita, hal lain yang akan lebih diperhatikan oleh kementeriannya adalah soal pendidikan dan kesehatan. Para perempuan terutama, harus tahu kemampuan reproduksi tubuh mereka dan posisinya sebagai perempuan. Dengan demikian mereka akan mengenali kemampuan mereka dan bisa memupuk rasa percaya diri. Salah satu hal yang menjadi konsentrasi Linda adalah menyangkut kanker payudara. Penyakit itu, kata dia, merupakan salah satu kanker yang paling banyak membunuh perempuan di Indonesia , karena ketidaktahuan para perempuan tentang penyakit itu.

Linda memang bukan orang baru untuk soal kanker payudara. Lima tahun lalu, perempuan ini mendirikan Yayasan Kesehatan Payudara. Dia mendirikan yayasan itu, karena pernah cukup lama berjuang melawan kanker yang ditakuti para perempuan itu.

Itu terjadi sekitar 13 tahun silam, saat dokter yang memeriksa kesehatannya, menyatakan Linda terserang kanker payudara. Berbagai usaha menyembuhkan atau mengangkat penyakit itu kemudian dilakukan oleh Linda meski tentu saja hal itu bukan perkara mudah. Dibutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk mengatasi penyakit itu sebelum Linda akhirnya dinyatakan sembuh.

“Saya ingin agar setiap perempuan sadar tentang deteksi dini, saat masih stadium rendah, penyakit ini masih disembuhkan,” kata nenek satu cucu ini, ketika ditemui di kantornya. Dia mengenakan busana merah jambu. Itu warna kesukaan Linda, yang juga menjadi simbol warna kampanye kanker payudara.

Perhatian Linda kepada perempuan bukan terjadi belakangan ini. Sejak menjadi istri seorang prajurit, dia sebetulnya sudah aktif di organisasi perempuan. Saat ini dia masih tercatat sebagai Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani), federasi yang menaungi sekitar 80 organisasi perempuan dengan anggota lebih dari 30 juta orang. Di organisasi ini, dia sudah aktif sejak 19 tahun lalu dan menjabat ketua sejak 2004. Linda tercatat pula sebagai Ketua Persatuan Istri Purnawirawan yang dijabatnya sejak tujuh lalu.

Pengagum Hillary Clinton ini menuturkan, dirinya bangga menjadi bagian dari perempuan Indonesia . Di Indonesia, kata dia, para perempuan semakin lama semakin diberi ruang yang luas. Saat ini saja, kata dia, sudah ada sekitar 18 persen perempuan yang duduk di kursi legislatif dan sekitar 23 persen duduk sebagai anggota DPD. Logikanya, kata dia, akan semakin banyak wakil rakyat yang bisa menampung aspirasi para perempuan.

“Saat ada peraturan dan perundangan menyangkut hak dan kewajiban perempuan, para perempuan di parlemen itu setidaknya bisa menyuarakan,” kata Linda.

Lalu bagaimana rasanya menjadi menteri? “Biasanya pulang dan sampai di rumah jam lima sore. Sekarang bisa sampai malam,” kata Linda. -ezrasihite

Keluargaku Hartaku

Ada resep dari Linda bagi mereka yang susah tidur. Kuncinya adalah berpikiran positif. Tentang apa saja dan kepada siapa saja. Orang yang sulit tidur, kata dia, karena pikiran orang itu biasanya terbebani masalah, berpikir yang jelek-jelek. Linda mengaku, dirinya selalu bisa tidur, karena selalu berpikir positif terhadap orang lain. “Berpikirlah positif agar bisa tidur nyenyak,” kata Linda.

Kalau tidur sudah nyenyak, hidup pun bisa menjadi lebih sehat. Jangan heran, kalau Linda tetap bisa bangun pukul lima pagi, meski misalnya dia tidur larut. Resep lainnya, olahraga. “Karena saya sering jalan sana jalan sini, mungkin sudah kayak olahraga. Soal makanan, saya lebih banyak ikan dan sayuran,” kata Linda

Kini dengan jabatannya sebagai menteri, harus diakui kesibukan Linda bertambah. Namun kata dia, itu tak menjadi masalah, karena dua anaknya sudah beranjak dewasa. Perempuan ini bercerita ketika memulai tugas baru, dia biasanya berusaha menjelaskan kepada anak-anaknya tentang pekerjaannya.

Contohnya sekitar 17 tahun lalu, ketika Linda menjadi anggota legislatif. “Saya kasih gambaran, saya sampaikan kepada mereka, ‘Nanti mama akan ke kantor besar, enggak bisa main dengan Ami, jadi nanti main sama abang yah,’ dan biasanya mereka jawab ya, walaupun kadang-kadang ada komplain juga,” kata Linda tertawa.

Bagi Linda keluarga adalah harta yang paling berharga. “Di sanalah kekuatan saya, sahabat saya, segalanya apalagi sekarang ada cucu,” kata Bu Menteri. Tawanya kembali terdengar.

Linda bercerita, putrinya kini mulai terjun ke dunia bisnis sementara putra tertuanya menekuni bidang sinematografi. “Setelah disekolahkan, ini saatnya mereka bergulat di bidang masing-masing, apa pun asal dilakukan tanggung jawab,” kata dia.

Tentang putra tertuanya Haris Khaseli, Linda menuturkan, memang tidak mau menggunakan Gumelar di belakang namanya. Alasannya, anak itu tak mau berada di bawah bayang-bayang sang ayah, agar orang lain tak tahu, dia anak Agum Gumelar. Haris memang seniman, dan tahun lalu mendapat piala FFI untuk kategori penata musik.

“Saya bangga dengan anak itu, bidang ilmunya memang di sinematografi. Dia lulusan liberal art dan desain grafis dari Amerika,” kata Linda. N zra

Dikutip sepenuhnya dari Koran Jakarta edisi 20 Desember 2009


Written by Me

May 12, 2010 at 8:26 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: