Sihiteezra's Weblog

Love the Life You Live&Live the Life You Love

Perang Calderon III: Kritik Amnesty Internasional

leave a comment »

Operasi militer seperti ini dilematis. Seperti ketika militer Indonesia membasmi preman, tahun 1980-an.

Presiden Felipe Calderon dikecam karena mengerahkan militer untuk membasmi kartel obat bius. Tentara, kata kritik, menembak dulu, menginterogasi kemudian.
Sang Presiden yang berlatar pendidikan hukum dan ekonomi itu tak membantah. Tapi dia setidaknya punya dua alasan.
Pertama, kartel obat bius adalah pelaku kriminal yang kejam, memiliki persenjataan modern. Kedua, polisi Mexico sudah sejak lama ditelikung kartel ini lewat suap. Militer tentu saja tak kebal suap, namun karena tugasnya bukan di masyarakat, relatif militer tak banyak berhubungan dengan para kriminal itu.

Ada standar operasi yang diterapkan milter Mexico ketika hendak memasuki daerah kartel obat bius. Yakni, memerintahkan polisi daerah meletakkan senjata. Dan ini, salah satu kunci keberhasilan operasi.
Tapi menurut Amnesty International, militer Mexico dalam Perang Calderon ini sering melalaikan penegakan hak asasi manusia. Contoh, lembaga hak asasi manusia di salah satu kota yang dianggap paling rawan, Nuevo Laredo, dalam beberapa bulan belakangan ini menerima 70 keluhan.
Keluhan itu, antara lain, soal penangkapan, penyiksaan, dan perlakuan militer yang di luar batas terhadap tersangka. Setelah ditindaklanjuti, hanya 21 laporan yang dianggap terbukti.
Menurut Amnesti Internasional, pemerintah Meksiko beberapa tahun ini tidak serius menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan militer. Mereka menculik, menyiksa, menahan orang tanpa bukti yang cukup dan lain-lain.
“Seperti ada pola yang aneh yang dijalankan militer dalam operasi militernya, dan pemerintah seakan tutup mata,” kata Kerrie Howard, wakil Direktur Amnesty Internasional seperti yang dikutip CNN.
Adalah menteri Dalam Negeri Mexico yang kemudian memberikan tanggapan. Katanya, pemerintah akan menindaklanjuti setiap laporan Amnesty International tersebut.
Sedangkan Presiden Calderon menjawab secara tak langsung. Katanya di saat kritik itu ramai dimuat di media massa Mexico:
“Inilah saat bagi kita untuk mengerahkan seluruh upaya membuat Mexico sebagai negara yang layak ditinggali anak-anak kita, membangun sebuah negara yang memang kita inginkan.”
Menurut data yang diterima lembaga hak asasi manusia Mexico, dalam rentang Januari 2008 hingga Juli 2009, terjadi sekitar 14.000 pembunuhan terkait dengan Perang Calderón. Dan Amnesty International memperkirakan pelanggaran hak asasi manusia ini akan terus bertambah.
Operasi militer seperti ini dilematis. Seperti ketika militer Indonesia membasmi preman, tahun 1980-an, yang populer disebut “Petrus”, penembakan misterius.
Operasi yang tangkap (atau lebih dari itu tembak) dulu, urusan kemudian, rawan salah sasaran. Lebih daripada itu, tak ada peluang tersangka untuk membela diri. Padahal pegangan hakim yang tak tertulis adalah, sebaik-baiknya vonis adalah membebaskan terdakwa daripada menghukum orang tak bersalah.
Tapi memang, hal itu bisa tak adil bagi sang korban. Di Mexico, korban itu bukan lagi individu, melainkan lebih bersifat sosial. Kartel obat bius merekrut anak buah dengan menipu sampai menodong dan menjebak.
Kartel pun, dengan uangnya, membeli pejabat dan politisi, dan polisi. Yang dipertaruhkan, kata Calderon yang presiden itu, masa depan bangsa.
Apa pun, sebagai presiden Calderon melihat masalah mendesak yang mesti ditangani, dan ia pun bertindak. Korban jatuh, termasuk yang tidak dimaksudkan. Ini sangat disesalkan, tapi apa boleh buat. Karena itu suara seperti dari Amnesty International itu sangat diperlukan. (Tamat)
Writer : Ezra Sihite   Editor :Bambang Bujono
Dikutip sepenuhnya dari http://www.beritsatu.com edisi 27 September 2010

Written by Me

November 30, 2010 at 10:29 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: