Sihiteezra's Weblog

Love the Life You Live&Live the Life You Love

Perang Caldoron II: Dampak Ekonomi dan Bisnis

with 2 comments

Indikator paling kuat untuk menilai bahwa keadaan tak memburuk melainkan sebaliknya, datang dari dunia ekonomi dan bisnis.

Akhir Agustus 2010, pemerintah Mexico mengumumkan tertangkapnya Edgar Valdez, salah satu gembong narkotik paling dicari di negeri itu. Valdez, lebih dikenal dengan nama Barbie, disergap di salah satu kediamannya dekat ibukota.

Ini terjadi dua pekan sebelum Mexico merayakan 200 tahun kemerdekaannya, 16 September 2010. Bisa jadi tertangkapnya Valdez menjadikan perayaan 200 tahun itu relatif aman berlangsung, terutama di Bogota, ibukota Mexico.

Memang, ada kecenderungan korban Perang Calderon menurun, yang secara tak langsung mengindikasikan keamanan membaik. Dalam wawancara dengan Financial Times, Januari 2007, setahun setelah Calderon menyatakan perang melawan kartel obat bius, kata dia:
Kami melihat dampak yang positif. Di Michoacan misalnya, pembunuhan menurun sampai 40% dibandingkan dengan enam bulan sebelumnya. Salah satu sebabnya, rakyat setempat segera berpihak pada tentara federal yang datang memerangi para kriminal obat bius.
Hasil jajak pendapat mendukung laporan yang diterima Presiden Calderon. “Ini meyakinkan pemerintah bahwa kebijakan yang diambil [yakni Perang Calderon] adalah prioritas,” kata Presiden.
Salah satu yang dicatat adalah, tertangkapnya beberapa gembong obat bius hidup atau mati, dan tangkapan paling top adalah Valdez tadi.
Memang kritik pun bermunculan. Menurunnya konflik senjata di suatu daerah hanya berlangsung selama tentara federal masih belum ditarik, kata kritik.
Ini sebabnya, kalau pertama kali pasukan yang dikerahkan terdiri dari 6.500 personal, kini sekurangnya 25.000 tentara federal digerakkan untuk perang ini.
Perusahaan Asing Bertahan

Indikator paling kuat untuk menilai bahwa keadaan tak memburuk melainkan sebaliknya, datang dari dunia ekonomi dan bisnis. Benar, tahun lalu produk domestik bruto Mexico menurun 6,6% dibanding tahun sebelumnya. Tapi para ahli optimistis, tahun ini angka itu positif lebih dari 5%.
Memang, di kota-kota perbatasan terutama, kota-kota yang “dikuasasi” kartel obat bius, insiden hampir tiap hari terjadi. Pembunuhan dan penculikan pejabat dan politisi dan warga biasa, jalan-jalan yang diblokir para kriminal untuk menghalangi gerakan tentara federal.
Salah satu kota itu adalah Monterrey, 200 km di selatan perbatasan Mexico-AS. Di sini General Electric dan Whirpool berada.
Namun sejauh ini, kata Rafael Amiel, direktur untuk Amerika Latin di sebuah perusahaan analisis ekonomi dan keuangan, IHS Global Insight: “Kami tidak melihat tanda-tanda sebuah perusahaan akan meninggalkan Mexico karena alasan keamanan.”
Amiel juga mengaku tak melihat isyarat akan ada pelarian dollar milik asing dari Mexico.
Itu juga pendapat David Robillard, direktur pelaksana Kroll, biro konsultan risiko di Mexico City. Ancaman keamanan bisa dipantau dari reaksi berbagai perusahaan multinasonal, kata dia.
Dan sejauh ini, tak satu pun perusahaan akan hengkang dari Mexico. Paling, kata Robillard, para pegawai itu memulangkan keluarganya ke negara masing-masing untuk sementara waktu. Ini misalnya terjadi di Monterrey, katanya kepada Knowledge@Wharton, jurnal internasional online khusus bisnis.
Kepada jurnal yang sama, Fred Burton dari biro intelejen kontra-terorisme global mengatakan bahwa perusahan-perusahaan asing di Mexico tetap saja mencetak untung walau bujet untuk keamanan naik berlipat.
Bujet keamanan itu antara lain, merenovasi sistem keamanan pabrik dan perumahan, menyewa sopir-sopir yang terlatih mengemudikan kendaraan dalam situasi perang.
Seorang pakar pemasaran dari jurnal itu sendiri, David Reibstein, menduga bukan faktor keamanan yang terutama membuat sebuah perusahaan menarik diri dari suatu negara.
Melainkan, kata dia, seberapa jauh pemerintah setempat memberikan jaminan keamanan modal, bila terjadi perubahan kebijakan perekonomian dan perubahan politik. Dan jaminan ini, tampaknya diberikan oleh pemerintahan Mexico selama ini.
Perusahaan–perusahaan AS tentu saja merasa Mexico menguntungkan dari banyak segi, biarpun keamanan mengancam. Negara ini adalah “halaman belakang AS”, hingga ongkos eksodus, bila harus dilakukan, murah dan mudah.
Orang Amerika memang merasa mengenal benar Mexico hingga tak cemas-cemas amat bila harus “lari” dari negara ini. Ini terbukti dari turisme, industri yang menyumbang sekitar 9% pendapatan Mexico.
Di daerah gawat, seperti misalnya Baja California, dua tahun terakhir industri turisme turun 60-70%. Tapi di kawasan yang relatif jauh dari pusat-pusat kartel obat bius, Cancun, misalnya, semester pertama tahun ini turisme meningkat sampai 35% dibandingkan semester yang sama tahun lalu.
Benar, Kementrian Luar Negeri AS mengeluarkan travel warning, setelah di Kota Ciudad Juarez dua karyawan lokal Konsulat AS di kota ini tewas tertembak, 13 Maret 2010 lalu. Mexico melengkapi 30 negara yang oleh AS dianggap berbahaya bagi warga negaranya.
Namun seperti biasa warga negara AS sendiri banyak yang suka petualangan. Beberapa biro wisata AS malah mengadakan latihan memandu turis di daerah gawat. Kata mereka, ke Mexico tak lebih berahaya daripada jalan-jalan ke Irak, Pakistan, Afganistan, dan Yaman.
Itu semua ikut membuat Presiden Felipe Calderon merasa berada di jalan yang benar untuk terus memerangi kartel obat bius. Presiden ini yakin, ia tengah menyiapkan masa depan buat Mexico.
Mexico, negara dengan luas 1.972.550, lebih luas sekitar 50.000 km2 dibandingkan Indonesia; berpenduduk 111,2 juta, kurang dari setengah penduduk Indonesia; pendapatan per kapita US$ 14.377 (Indonesia US$ 4.205) menurut Bank Dunia. (Berlanjut “Perang Calderon III”)
Writer : Ezra Sihite   Editor : Bambang Bujono
Dikutip sepenuhnya dari http://www.beritasatu.com edisi 27 September 2010

Written by Me

November 30, 2010 at 10:25 am

Posted in Uncategorized

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. salam kenal..
    kunjung balik blog aku ya..
    ahahhahay..

    bLog anda sangat berkesan..

    tambar

    December 15, 2010 at 9:11 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: